18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aceh dan Peradaban Intelektual Baru

...

  • MUDIN PASE
  • 17 February 2019 11:50 WIB

Mulyadi. Foto: istimewa
Mulyadi. Foto: istimewa

BANDA ACEH - Aceh wilayah stretegis dan potensial untuk menghasilkan pemikir-pemikir masa depan. Banyak instansi pendidikan kekinian untuk mencetak manusia produktif dan inovatif.

"Aceh juga punya literatur sejarah, kekayaan budaya, dan sumberdaya lainnya, untuk menambah nuansa dan nilai lebih melihat Aceh dengan mata terbuka," ujar Mulyadi, pengajar Filsafat IAIN Langsa kepada portalsatu.com, 16 Februari 2016.

Menurut Mulyadi, kompleksitas studi di Aceh begitu luas untuk kajian. Dari tasawuf  studi Islam, sejarah perjuangan dan berbagai dinamika lainnya. "Hal penting untuk mengubah potensial menjadi kenyataan yaitu pikiran intelektual yang terbuka untuk meretas sebuah kemajuan dan mempersiapkan generasi intelektual yang matang," jelas pria kelahiran Sigli ini.

Mulyadi menilai, prospek besar sebuah kemajuan kalangan intelektual ketika ia memunculkan imajinasi tanpa batas menjadi agen perubahan. Peran intelektual muda menganalisa dan menginternalisasikan tanggapan. Interpertasi dan cakupan tradisi intelektual selebar-lebarnya untuk membentuk kewarasan akal serta mencetak individu-individu yang kaya akan imajinasi dan cerdas.

"Dengan demikian kebuntuan intelektual karena terkungkungnya pemikiran, bahkan lebik ekstrem adanya ketakutan sesat pikir, hal ini tidak rasional sama sekali," tambah pamong di Ma'had Al Jami'ah ini.

Adanya kerisauan cacat pikir menghambat untuk berkembang dan mengasah narasi akal secara maksimal. Ketakutan itu, menurut Mulyadi, tak pantas dimiliki oleh intelektual yang ingin mengubah publik ke arah lebih maju. Intelektual harus memecahkan kekhawatiran naturalnya, untuk membangun imajinasi terbuka, kemajuan ilmiah demi peradaban lebih baik.

"Seorang intelektual harus siap mental menerima dampak retorika negatif dari persepsi individual lainnya. Yang sebenarnya sekarat dengan asupan-asupan nutrisi ilmiah dan retorika pikir terkemuka dalam kancah intelektual dunia," kata Mulyadi.

"Kesimpulannya Aceh butuh peradaban pikir baru, yang imajinatif dan tidak dikotomis. Sehingga segala potensi mendukung tercapainya Aceh berkemajuan. Baik peradaban intelektual maupun kemajuan semua lini kehidupan. Islam pernah berjaya dalam dunia berkemajuan," tandasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.