25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Akademisi 7 Negara Ikuti Pelatihan Hukum Kemanusiaan Internasional Digelar UIN Ar-Raniry-ICRC

...

  • PORTALSATU
  • 26 August 2017 15:40 WIB

@Istimewa/UIN Ar-Raniry
@Istimewa/UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH – Para akademisi dari tujuh negara mengikuti pelatihan kursus bersertifikat yang diselenggarakan Fakultas Syariáh dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry bekerja sama dengan International Committee of the Red Cross (ICRC) yang berpusat di Swiss. Pelatihan dengan tema “Hubungan hukum kemanusiaan internasional dan hukum Islam tentang konflik bersenjata” ini diselenggarakan di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu-Senin, 26-28 Agustus.

Tujuh negara yang mengirim pesertanya yaitu Pakistan, Bangladesh, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia. Adapun peserta dari Indonesia merupakan perwakilan sejumlah perguruan tinggi Islam dan umum di berbagai wilayah.

Ketua panitia pelatihan, Dr. Ridwan Nurdin, M.CL., yang merupakan dosen FSH UIN Ar-Raniry mengatakan, tujuan dan target pelatihan ini antara lain untuk menggali berbagai khazanah klasik Islam tentang hukum berkaitan dengan konflik bersenjata dan melihat kaitannya dengan hukum humaniter internasional.

“Melihat kemungkinan mengintegrasikan hukum humaniter internasional dan hukum Islam terkait konflik bersenjata ke dalam kurikulum pengajaran. Selain itu juga untuk membangun kesadaran tentang pemahaman yang benar seputar hukum humaniter dan hukum Islam terkait konflik bersenjata," ujar Ridwan Nurdin.

Ridwan menyebutkan, peserta kegiatan ini merupakan dosen pengampu mata kuliah hukum humaniter internasional dan hak azasi manusia. Sementara para pembicara, selain dari sejumlah nama dari pihak ICRC, juga mengundang Prof. Muhammad Munir, pakar hukum Islam dari Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan, Prof Maulana Obaid Ullah Hamzah dari Universitas Islam Patiya Chittagong, Bangladesh, serta Dr. Mahfudh, S.H., M.H., dari Unsyiah.

Perwakilan ICRC Indonesia, Andrew Bartels Smith mengatakan, sejak tahun 1990, ICRC menjalin kerja sama dengan akademisi, ulama dan berbagai kelompok sipil di Pakistan, Afghanistan, Suriah, Yordania, Filipina dan Indonesia. Menurut Andrew Bartels, dunia sedang menghadapi berbagai pergolakan dan konflik dengan modus-modus dan bentuk-bentuk pelanggaran yang tidak sepenuhnya baru terhadap hukum humaniter internasional.

“Kami berharap bapak-bapak dan ibu-ibu yang punya tradisi keilmuan Islam yang kuat dan mengakar dapat menilik dan membahas persoalan-persoalan tersebut dengan bekal kepakaran dan pengetahuan yang bapak miliki. Upaya-upaya seperti ini kami harapkan dapat mendekatkan kalangan akademisi dengan isu-isu kemanusiaan kontemporer sehingga kita dapat memberikan sumbangan penting bagi kerja-kerja kemanusiaan," kata Andrew Bartels.

Selain sebanyak 36 peserta dari berbagai negara, acara yang dibuka Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Farid Wajdi Ibrahimi juga dihadiri Dekan FSH UIN Dr. Khairuddin, M.Ag., Wakil Rector Prof. Syamsul Rijal dan sejumlah undangan lainnya.

Rektor UIN Ar-Raniry mengharapkan output dari acara pelatihan ini dapat ditindaklanjuti dalam memupuk perdamaian di masyarakat Aceh khususnya dan dunia umumnya.

Gubernur Aceh diwakili Staf Ahli Kesitimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Sama Drs. Abdul Karim, M.Si., berharap agar pembicara dan peserta dari Aceh dapat berbagai pengalaman tentang situasi konflik masa lalu yang terjadi di Aceh agar menjadi perbandingan bagi daerah-daerah lain yang masih didera konflik.

“Apalagi, kita tahu banyak konflik yang terjadi saat ini melanda kawasan Islam, seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Khasmir dan lainnya. Dengan menyebarkan pengetahuan hukum humaniter ini setidaknya kita dapat berkontribusi mendorong perlindungan bagi sipil di lingkaran tersebut," ujar Abdul karim.

Selain menyelenggarakan pelatihan, FSH UIN Ar-Raniry juga menandatangani naskah kerja sama (Letter of agreement) antara FSH dan ICRC. Penandatangan naskah kerja sama dilakukan Dekan FSH Khairuddin dan Andrew Bartels Smith  disaksikan Wakil Dekan FSH Dr. Agustin Hanafi, rektor dan wakil rektor, serta pihak ICRC.[](rel)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.