12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cerita Muslimah Indonesia Jadi Student Speaker di Kampus Harvard

...

  • OKEZONE
  • 05 June 2020 22:15 WIB

Nadhira Nuraini Afifa. @Youtube Nadhira Nuraini Afifa
Nadhira Nuraini Afifa. @Youtube Nadhira Nuraini Afifa

SEORANG mahasiswa asal Indonesia, Nadhira Nuraini Afifa, terpilih menyampaikan pidato mewakili lulusan 2020 dalam upacara wisuda Harvard School of Public Health yang dilaksanakan secara daring. Ia merupakan seorang Muslim yang mengenakan hijab dalam kesehariannya di kampus.

Terpilihnya Nadhira menjadi student speaker merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga. Menurut dia, ini adalah sebuah kejutan yang luar biasa untuk mengakhiri perjalanan studinya di salah satu kampus terbaik dunia tersebut.

Mengutip dari akun Youtube Nadhira Nuraini Afifa, Jumat (5/6/2020), gadis yang pernah menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menceritakan tentang pengalamannya hingga dapat terpilih menjadi pembaca pidato di upacara wisuda.

"Kalau di Indonesia, mahasiswa yang memberikan pidato di wisuda biasanya peraih nilai terbaik atau berdasarkan pencapaian terbanyak di angkatannya. Kalau di Harvard, semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih posisi tersebut," ujar Nadhira.

Dalam video berdurasi 12 menit 22 detik tersebut, ia turut menjelaskan tahapan seleksi menjadi commencement speaker yang diikuti. Pada tahap pertama kontes pidato tersebut, ia diharuskan menulis teks pidato.

Nadhira menyebutkan bahwa proses menulisnya tidak mudah, karena tidak pernah melihat dan mengetahui struktur-struktur pidato yang biasa disampaikan dalam upacara wisuda.

Setelah lulus tahapan menulis teks, lanjut ke seleksi melalui video. Pada tahapan ini, Nadhira menyampaikan adanya keuntungan lebih yang didapat karena mendapat pelatihan komunikasi gratis.

"Dengan kita lulus ke seleksi video, kita mendapatkan satu sesi coaching dari CEO salah satu perusahaan komunikasi yang terbiasa memberikan pelatihan bagi mereka yang ingin menyampaikan pidato formal. Belum jadi student speaker saja aku sudah merasa beruntung banget bisa dapat sesi coaching dengan orang seprofesional ini," katanya.

Setelah melakukan sesi pelatihan, barulah esok harinya Nadhira melakukan pengambilan video dengan kamerawan Harvard. Mekanismenya, para pendaftar student speaker contest diberikan kesempatan satu kali membacakan pidato di depan kamera dan direkam tanpa terputus.

Nadhira menambahkan bahwa penyampaian video dalam sesi ini harus diusahakan tidak ada cacat sama sekali, selanjutnya dikirimkan ke para panelis untuk dinilai.

Tidak disangka, ternyata ia kembali mendapat pengumuman melalui e-mail yang menyatakan lulus ke tahap berikutnya. Pada tahapan ini, Nadhira kembali mendapat pelatihan sebelum akhirnya maju ke final speech.

Ditambah pula terdapat perbincangan melalui Zoom dengan seorang kameramwan Harvard untuk memosisikan kamera, latar belakang, serta mengatur pencahayaan agar terlihat sempurna saat hari penyampaian pidato.

Barulah tiba saatnya hari upacara wisuda, Nadhira menyampaikan hasil pidatonya dengan mengenakan toga lengkap khas perayaan kelulusan mahasiswa. Kesempatannya ini turut disaksikan anggota keluarganya secara daring dengan ekspresi bahagia dan penuh haru.[]Sumber:okezone.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.