09 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dosen FKIP Unsyiah Training HOTS di Simeulue

...

  • portalsatu.com
  • 09 November 2019 17:10 WIB

Training HOTS di Simeulue, 9-10 November 2019 di gedung Cabang Dinas Simeulue. @Istimewa
Training HOTS di Simeulue, 9-10 November 2019 di gedung Cabang Dinas Simeulue. @Istimewa

Higher order thinking skills atau disingkat dengan HOTS menjadi trending topic yang hangat dibicarakan di kalangan pelaku pendidikan seperti dosen dan guru. Perhatian yang sama juga terjadi di kalangan orang tua, siswa dan masyarakat. 

Pemicu perhatian ini karena ditemukannya soal-soal yang mengstimulasi siswa untuk menggunakan kemampuan analisis, evaluasi, dan mengkreasi dalam menjawab soal-soal yang tersedia pada ujian UN.

HOTS merupakan sebuah konsep pembelajaran abad 21 yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didik Indonesia untuk mampu menghadapi berbagai tantangan di era 4.0 ini. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berfikir kritis dan menyelesaikan persoalan, kreatif dan inovatif sangat perlu dimiliki oleh setiap anak didik kita sebagai bekal dalam kehidupan saat ini.

Berkaitan dengan hal inilah Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, Rasmidin, S.Pd mengundang tiga dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk membekali para guru bidang studi tingkat SMP ke Simeulue supaya mampu menerapkan konsep pembelajaran HOTS pada kelasnya. Guru memiliki tanggung jawab terhadap kemampuan siswanya.

“Guru bertanggung jawab terhadap keberhasilan siswanya dalam menjawab soal-soal HOTS yang terdapat pada UNBK. Oleh karenanya, proses pembelajaran yang diterapkan di kelas harus mengacu pada konsep HOTS itu,” tutur Rasmidin. 

Drs. Denni Iskandar, M.Pd, narasumber bahasa Indonesia, dalam paparannya menyatakan bahwa konsep pembelajaran HOTS sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan di dalam kelas. 

“Penerapan konsep HOTS sangat beralasan untuk diterapkan di dalam kelas, dengan asumsi bahwa siswa akan mudah untuk mengerjakan soal di bawahnya jika mereka sudah memiliki kemampuan HOTS,” ujar kandidat Doktor ini.

Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, narasumber Bahasa Inggris, di depan para guru memaparkan bahwa konsep HOTS mengarahkan siswa untuk memahami suatu informasi dengan menggunakan penalaran.

“Konsep HOTS mengarahkan siswa untuk dapat memahami suatu informasi melalui kemampuan analisis, evaluasi, dan mengkreasi, jadi bukan hanya sekedar mengingat kembali/recall informasi,” ujar Dr Iskandar.

Lebih lanjut ia sampaikan bahwa sering terjadi miskonsepsi di kalangan para dosen dan guru dalam membedakan antara soal HOTS dan soal sulit.

“HOTS tidak berarti soal yang diberikan itu lebih sulit daripada soal recall, melainkan soal yang disajikan itu menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evaluasi dan mengkreasi,” tutup dosen Unsyiah ini.

Drs. Soewarno, S. M.Si, narasumber fisika, mengapresiasi Dinas Pendidikan Simeulue atas terlaksananya training HOTS ini.

“Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan Simeulue yang memberi perhatian kepada para guru bidang studi untuk menerapkan konsep HOTS pada tingkat SMP di seluruh kabupaten ini,” tutur Soewarno.

Acara training HOTS di Simeulue ini berlangsung selama dua hari, 9-10 November 2019 di gedung Cabang Dinas Simeulue. 

Hadir di acara ini Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, Rasmidin, S.Pd, Kepala Seksi, Jasri, Alfian, S.AB, Dr. Duskri, M.Kes, pakar HOTS dari UIN-Arraniry Banda Aceh, dan para guru Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Fisika dari seluruh daerah di kabupaten Simeulue.[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.