07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


FEB Unimal Gelar MIICEMA 2019, Ini Kata Staf Ahli Gubernur Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 22 November 2019 17:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh (FEB Unimal) menggelar Malaysia Indonesia International Conference on Economics, Management and Accounting (MIICEMA) ke-20, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, 20-21 November 2019.

MIICEMA 2019 mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Industri 4.0 di Bidang Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi”.  

Ketua Penyelenggara MIICEMA ke-20, Wahyudin Albra, mengatakan acara ini diikuti para dekan fakultas ekonomi dari 28 universitas di Indonesia dan Malaysia yang tergabung dalam forum ini. Acara rutin ini diselenggarakan secara bergilir. Tahun ini FEB Unimal ditunjuk sebagai tuan rumah. Dalam MIICEMA ini tampil dua keynote speaker dan juga pendiri MIICEMA, yakni Prof. Dr. Fauzias Mat Nur, dan Prof. Dr. Zulkifli Husen.

Wahyudin menyebutkan, selain silaturahmi antarpendidik dari berbagai universitas di Indonesia dan Malaysia, MIICEMA juga bertujuan sebagai ajang tukar pikiran untuk saling memajukan antaruniversitas khususnya fakultas ekonomi.

Menurut Wahyudin, MIICEMA juga rutin menggelar penelitian kolaborasi, pertukaran pelajar dan kuliah umum dengan menghadirkan para pembicara dari anggota MIICEMA. "Kalau kita sendiri susah untuk berkembang. Ada dosen kita yang bisa melakukan penelitian kolaborasi, ada dosen luar negeri yang bisa mengisi kuliah umumnya. Intinya, muaranya adalah untuk memperbaiki nilai akreditasi institusi kita," ujarnya.

Pembantu Dekan I FEB Unimal, Anwar Puteh, mengatakan, MIICEMA diharapkan dapat memberikan solusi bagi Indonesia yang akan mengalami penambahan populasi secara demografi setiap tahunnya.

Menurut Anwar, berdasarkan data BPS, di tahun 2024 jumlah populasi di Indonesia diperkirakan mencapai 282 juta jiwa. Sedangkan tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan bertambah hingga 317 juta jiwa.

"Bicara usia produktif tentu mereka punya harapan dan masa depan. Meningkatnya angka pengangguran tentu ini tantangan bagi kita di era revolusi industri 4.0," ujar Anwar.

"Untuk itu saya berharap dengan kehadiran para peserta dengan segenap referensi yang dimiliki tentu akan mewariskan pengetahuan bagi generasi kita di masa depan," ujarnya.

Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Ekonomi, Dr. Mahyuzar, M.Si., saat membuka MIICEMA berharap konferensi ini menghasilkan poin-poin yang bisa  direkomendasikan untuk menumbuhkembangkan ekonomi di Aceh yang berlandaskan syariat Islam.

Mahyuzar mengatakan, tahun 2018 Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Qanun Nomor 11 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Tentunya hal ini membutuhkan masukan untuk perkembangan ekonomi syariah di Aceh.

"Ini sebagai pondasi bagi keuangan Aceh. Pondasi ini perlu masukan untuk perkembangan ekonomi syariah di Aceh. Pemerintah Aceh telah mewajibkan semua bank untuk mengikuti qanun tersebut," ujarnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.