19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gelar Mimbar Bebas, Ini Tuntutan Mahasiswa Unimal Kepada Pemerintah

...

  • Fazil
  • 26 March 2019 21:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Para mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengadakan mimbar bebas di depan Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa, 26 Maret 2019.

Dalam aksi mengusung tema "Mahasiswa Berbicara di Negeri Lucu", mereka berorasi secara bergantian dan berlangsung sekitar dua jam.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal, Royhan, mengatakan, mahasiswa menyampaikan tuntutan dan merekomendasikan beberapa poin penting. Yaitu, mahasiswa meminta pemerintah untuk mengkonkretkan pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 tentang tanah, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 

"Kita juga meminta pemerintah menyelesaikan konflik agraria di Acah. Selain itu, transparansi dan percepatan pengelolaan KEK Arun. Mahasiswa meminta semua pihak untuk menolak politik uang serta berpolitik dengan cerdas dan bermoral, mengingat saat ini adalah tahun politik," kata Royhan dalam keterangannya diterima portalsatu.com.

Menurut Royhan, untuk mengkonkretkan pasal 33 tersebut, pemerintah pusat agar segera mempercepat realisasi KEK Arun. Pasalnya, KEK itu dinilai "antara ada dan tiada". Pihaknya menduga pemerintah pusat hanya asal tunjuk direktur pengelola KEK Arun sehingga yang ditunjuk itu bukanlah orang kompeten di bidang bisnis.

"Oleh karenanya, saya mengusulkan Pemerintah Aceh yang menyeleksi direktur KEK, kemudian pemerintah pusat yang menetapkannya," ujar Royhan.

Di samping itu, Royhan mengharapkan mahasiswa Unimal agar jangan terpancing dengan keadaan perpolitikan saat ini,  di mana "awal dinamika berpecah belah persaudaraan antarsesama". Kata dia, mahasiswa Unimal agar tidak ternodai dengan politik uang serta jangan fananatik buta terhadap perpecahan mahasiswa itu sendiri.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.