31 March 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Imapa Ajak Semua Pihak Hargai Hak Politik Aceh

...

  • portalsatu.com
  • 05 December 2019 10:00 WIB

Ikatan Mahasiswa Pemuda Aceh Jakarta (Imapa) mengajak semua pihak menghargai Hak Khusus dan Terkhusus Aceh. Hal ini disampaikan pada acara diskusi publik dengan tema Ekonomi Dan politik Aceh di Jakarta, Rabu 4 Desember 2019.

Ketua Imapa Jakarta Arif Munandar mengatakan, dalam momentum milad deklarasi hari kemerdekaan Aceh, Imapa mengajak semua pihak menghormati perjanjian damai serta menuntut pihak juru runding dan pihak eksekutif serta legeslatif Aceh untuk benar-benar menjalan amanah MoU secara keseluruhan.

"Pasca perdamaian Aceh mendapat tempat khusus dan terkhusus dalam Republik Indonesia mulai dari mempunyai hak menjalankan Undang-undang sendiri, memiliki bendera, himne dan memilik hak mengelola hasil mineral murni Aceh secara khusus dan dinaungi oleh lembaga khusus Aceh sampai proses pembagian hasil 70 30 yang sampai saat ini sama sekali belum jalan," katanya dalam siaran pers, Selasa 4 Desember 2019.

Kata dia, dari kesemua butiran kesepakatan itu adalah janji politik bagi seluruh bangsa Aceh yang harus benar-benar ikhlas dijalan oleh kedua belah pihak yang telah membawa Aceh memadamkan niatnya menjadikan Aceh sebagai sebuah negara  yang berdaulat. Perdamaian yang tercapai bukan tanpa  alasan yang jelas, Aceh yang khusus dan terkhususlah yang mendasari terjadi perdamaian yang Abadi.

Dalam diskusi yang dipandu langsung oleh Badrudin, mahasiswa Asal Aceh yang lagi menyelesaikan pendidikan S3 nya di Jakarta dengan nara sumber diskusi oleh Fahmi Nuzula yang secara khusus Imapa undang untuk mengisi  diskusi ini secara resmi.

Dalam diskusi tersebut, 30 pertanyaan dilontarkan oleh para peserta yang kesemua mereka pengurus besar Imapa  Jakarta. Mulai persoalan perpolitikan Aceh hingga gonjang ganjing ekonomi rakyat pasca tertangkapnya gubernur  Aceh Irwandi yusuf turut menjadi pembahasan hangat mahasiswa. 

Ada beberapa poin penting yang perlu Imapa pertegas dalam diskusi ini, menuntut pihak RI dan GAM menyelesaikan persoalan Aceh secara damai, mengingatkan operasi  intelinjen  di Aceh yang tidak menutup kemungkinan menjadi pemicu  pemecah belah rakyat Aceh.

IMAPA meminta pihak lembaga fungsional Kekhususan Aceh seperti Wali Nanggroe, KPA untuk selalu memantau peran eksekutif Aceh supaya Undang-Undang pemerintahan Aceh UUPA benar-benar berjalan, serta memanggil  eksekutif Aceh Plt Gubernur Aceh untuk membatal izin tambang Aceh yang proses perizinannya tanpa melibatkan  hak khusus Aceh dalam undang-undang Migas Aceh. 

Salah satu presiden mahasiswa di Stebang pemuda Asal Gayo Aceh yang menjadi satu peserta dengan tegas menolak  tambang Linge dan miminta pihak pemerintahan Aceh benar-benar punya iktikat baik menjalankan amanah MoU Helsinki.

"Kami meminta pihak legeslatif asal Aceh untuk memberikan perhatian khusus terhadap persatuan mahasiswa pemuda Aceh di Jakarta, kemungkinan diskusi resmi seperti ini akan terus dibuat dan meminta partisipasi pihak tokoh Aceh, bahkan keinginan mahasiswa memiliki asrama sendiripun akan Imapa gagas dan mengharap peran langsung anggota legeslatif mulai dari DPRI hingga DPD RI untuk terlibat secara langsung dalam program ini," kata Arif Munandar.[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.