07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Pernyataan Sikap ICAIOS Merespons Proses Hukum Terhadap Saiful Mahdi

...

  • PORTALSATU
  • 02 September 2019 16:20 WIB

Saiful Mahdi, dosen Unsyiah. Foto dok. LBH Banda Aceh
Saiful Mahdi, dosen Unsyiah. Foto dok. LBH Banda Aceh

BANDA ACEH - International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS/Pusat Penelitian Aceh dan Samudera Hindia) mengeluarkan pernyataan sikap tentang perkembangan iklim akademik di Darussalam, Banda Aceh, saat ini.

Pernyataan sikap berisi dua poin tersebut merespons perkembangan proses hukum yang sedang dihadapi Dosen FMIPA Unsyiah, Dr. Saiful Mahdi, sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“ICAIOS menyerukan para pihak untuk menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung dan mengembalikan proses penyelesaiannya ke Darussalam sesuai dengan mekanisme penyelesaian yang menjadi tradisi dalam dunia akademik,” bunyi poin pertama pernyataan sikap diteken Direktur ICAIOS, Dr Cut Dewi, dan Manager Program ICAIOS, Arfiansyah, Senin, 2 September 2019.

Adapun poin kedua berbunyi, “ICAIOS dengan semua perangkatnya bersedia memfasilitasi proses mediasi antarpihak dengan melibatkan para tokoh intelektual Darussalam yang kompeten, independen, dan dapat diterima oleh kedua belah pihak”.

Menurut Cut Dewi, jika permasalahan ini tidak dikembalikan dan diselesaikan di Darussalam maka ICAIOS mengkhawatirkan hal ini akan menjadi preseden buruk bagi iklim akademik di Darussalam. “Serta berdampak langsung pada reputasi akademik Aceh di dunia internasional”.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan surat panggilan penyidik Polresta Banda Aceh tanggal 30 Agustus 2019, Saiful Mahdi, Dosen Fakultas MIPA Unsyiah Banda Aceh telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik lewat transaksi elektronik sehingga dijerat dengan UU ITE. Dalam surat itu, penyidik meminta Saiful Mahdi hadir ke Polresta Banda Aceh untuk diperiksa sebagai tersangka, Senin, 2 September 2019. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh menyatakan akan mendampingi Saiful Mahdi selama pemeriksaan tersebut.

Manajer Program LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa, S.H., dalam diskusi pendampingan terlapor di Sekretariat LBH setempat, Sabtu, 31 Agustus 2019, menjelaskan, Saiful Mahdi dilaporkan ke polisi oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah Banda Aceh. Saiful Mahdi dilaporkan hanya gegara berkomentar "kritis" terkait penerimaan PNS di Unsyiah yang dinilai sarat masalah dalam grup WhatsApp (WA) beranggotakan para dosen di kampus ternama tersebut. (Baca: Dilapor Dekan FT Unsyiah, LBH Siap Buktikan Saiful Mahdi Tak Langgar ITE)[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.