18 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kandidat Doktor Unimed: Pemerintah Harus Akui Dayah Sebagai Pendidikan Formal

...

  • portalsatu.com
  • 08 November 2019 09:40 WIB

Kandidat doktor Manajemen Pendidikan di Unimed (Universitas Negeri Medan), Zahraini Zainal (4 dari kiri, pakaian hitam), saat saat penelitian ke Dayah Ruhul Fata, Seulimum, Aceh Besar, Rabu, 6 Nopember 2018. @Istimewa
Kandidat doktor Manajemen Pendidikan di Unimed (Universitas Negeri Medan), Zahraini Zainal (4 dari kiri, pakaian hitam), saat saat penelitian ke Dayah Ruhul Fata, Seulimum, Aceh Besar, Rabu, 6 Nopember 2018. @Istimewa

Kandidat doktor Manajemen Pendidikan di Unimed (Universitas Negeri Medan), Zahraini Zainal, mengatakan, dayah merupakan pendidikan utama dalam masyarakat Aceh yang merupakan sistem pendidikan abad pertengahan.

"Ada perbedaan perbedaan status dayah di masa dulu dan kini. Dalam sistem di negara Indonesia, dayah tidak menjadi lembaga pendidikan formal. Hal ini membuat lulusan dayah kurang punya tempat di pemerintahan dan posisi lainnya, kecuali masuk pendidikan formal," kata Zahraini, Jumat, 8 Nopember 2019.

Namun, kata dia, dalam kurun sekira dua puluh tahun terakhir, sebagai lulusan dayah masuk perguruan tinggi Islam sehingga dapat memasuki sistem pemerintahan. Kini, dayah seperti MUDI Samalanga telah memiliki kampus sendiri.

"Sejak didirikan Badan Pendidikan Dayah yang kini menjadi Dinas, keberadaan dayah lebih terperhatikan, dan perlu terus diperbaiki. Akan tetapi, dayah tetap tidak diakui sebagai pendidikan formal dengan itu," kata Zahraini yang penelitian disertasinya tentang dayah.

Zahraini mengatakan, memang, untuk menjadikan dayah sebagai lembaga pendidikan yang formal, butuh beberapa proses, misalnya membuat waktu belajar di dayah menjadi lebih efektif sehingga mata pelajaran kurikulum dapat ditambah, disertai membuat jurusan yang berbeda pada murid (santri) yang telah menamatkan kitab Mahalli.

"Untuk tingkatan setelah fiqih Mahalli, pelajar dapat melanjutkan pendidikan jurusan, misalnya bisnis, teknologi, sosial politik, dan sebagainya, disertai tetap mendalami agama. Dayah-dayah juga dapat membuat fakultas untuk murid yang telah tamat Mahalli sebagaimana fakultas di universitas. Dengan adanya penguatan sistem dan kurikulum, dan diakui sebagai pendidikan formal, maka pemuda dan pemudi Aceh akan lebih banyak yang belajar ke dayah. Dan lulusan dayah dapat terjun ke dalam berbagai bidang masyarakat secara profesional, ditambah individu yang punya pengetahuan agama yang kuat. Kita dapat mengingat bahwa ulama dulu juga seorang sastrawan dan ahli ekonomi dan pemerintahan," kata Zahraini yang juga pengajar di STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan) BBG Banda Aceh.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.