13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Mehmet Ozay Tentang Kongres Mahasiswa Ilmu Kemasyarakatan Antarbangsa

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 04 December 2017 16:00 WIB

YTB, Universitas Peradaban, dan ILEM, kembali melangsungkan kongres antarbangsa, kali ke-3 ini bertajuk. “Mahasiswa Ilmu Kemasyarakatan Antarabangsa”, 2-3 Desember 2017, di Universitas Peradaban, Istanbul, Turki. @Ist/Mehmet Ozay
YTB, Universitas Peradaban, dan ILEM, kembali melangsungkan kongres antarbangsa, kali ke-3 ini bertajuk. “Mahasiswa Ilmu Kemasyarakatan Antarabangsa”, 2-3 Desember 2017, di Universitas Peradaban, Istanbul, Turki. @Ist/Mehmet Ozay

ISTANBUL - Yurtdisi Turkler ve Akraba Topluluklari (YTB), Universitas Peradaban, dan ILEM (asosiasi penilitian keilmuan) kembali melangsungkan kongres antarbangsa, kali ke-3 ini bertajuk. “Mahasiswa Ilmu Kemasyarakatan Antarabangsa”, 2-3 Desember 2017, di Universitas Peradaban, Istanbul, Turki.

Kongres ini dimulai Sabtu pagi kemarin oleh sesi special. Anggota anggota institusi sebagai (Universitas Peradaban, asosiasi Maarif, Departemen Luar Negeri Turki, dan YTB, berkumpul dalam sesi bertajuk “Mahasiswa Mahasiswa Internasional dan Diplomasi Pendidikan”.

Pengamat perkembangan Asia Tenggara, Dr Mehmet Ozay, yang menghadiri acara tersebut, mengatakan, mahasiswa internasional dari berbagai universitas di Turki mempresentasikan makalah mereka yang relevan dalam topik yang berbeda.

"Umpamanya, dari bidang sejarah, sosiologi, hubungan antarabangsa, komunikasi, ekonomi dan manajemen, literatüre, ilahiyat, filosofi, ilmu politik, pendidikan, dan hukum," kata Mehmet.

Kata Mehmet, mahasiswa masih aktif di universitas universitas di Turki di bidang bidang sebagai disebutkan di atas master walaupun kedoktoroan cari kesempatan untuk mempresentasikan fase awal disertasi disertasi mereka.

"Topik-topik yang disajikan dalam kongres adalah Turki Saljuki, hubungan Turki dan Vietnam, Tasawuf di literature Albania; tasawuf dan tariqa di Balkania, juga problem birokrasi di negara-negara Afrika, diplomatik krisis antara Turki dan Belanda, ideological perspektif di partai-partai fascist di Eropa, konflik regional di Sudan, Myanmar (Rohingya)," kata Mehmet.

Kongres ini juga bicara tentang Ukraina, Kashmir, isu-isu etnik minoritas di China, hidup perempuan di Zimbabwe, terorism, dan islamifobia, adalah isu isu yang lain.

"Tentang dunia Melayu adalah satu presentasi tentang ‘Sekolah Alam Indonesia: “Developing Children’s social skills through natural school”. Kita harap harus ada berbagai presentasi dari pihak mahasiswa dari dunia Melayu di Turki di masa depan," kata Mehmet Ozay.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.