12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kembangkan Penelitian dan Pengabdian, USM Jalin Kerja Sama dengan Museum Aceh

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 13 February 2018 15:00 WIB

Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM), kerja sama dengan Museum Aceh, di bidang penelitian dan pengabdian mahasiswa, Selasa, 13 Februari 2018. @MHD SAIFULLAH
Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM), kerja sama dengan Museum Aceh, di bidang penelitian dan pengabdian mahasiswa, Selasa, 13 Februari 2018. @MHD SAIFULLAH

BANDA ACEH - Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM), melakukan kerja sama dengan Museum Aceh, di bidang penelitian dan pengabdian mahasiswa.

"Komitmen pengembangan prodi sejarah dalam hal pengabdian dan penelitian, salah satu bentuk kerja sama yang akan kita lakukan dengan pihak Museum Aceh," ungkap Ketua Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USM, Mujiburrahman SPd MHum, Selasa, 13 Februari 2018.

Mujiburrahman mengatakan, kerja sama dengan pihak museum adalah sebuah mitra yang strategis. Hal ini dikarenakan kedua menangani masalah yang berkaitan dengan sejarah, sehingga ke depan nanti pihaknya dapat membawa para mahasiswa ke beberapa situs sejarah, khususnya ke museum.

"Melakukan kunjungan triwulan ke museum melalui matakuliah wisata sejarah," ujarnya.

"Dan sisi lain kita akan menggunakan kepakaran museum dalam menjadi dosen tamu di prodi sejarah. Oleh karena itu kami berusaha mengajak pihak museum untuk memberikan materi awal di mata kuliah," jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Museum Aceh Dra Junaidah Hasnawati, menyambut baik kerja sama tersebut.

Dia menyampaikan menerima tujuan yanh dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sejarah USM. Sebab baginya, museum merupakan milik dan bagian dari masyarakat, khususnya mahasiswa sejarah.

"Apalagi ini mahasiswa sejarah yang mana museum juga berkaitan dengan penyimpanan benda-benda bersejarah. Maka sangat tepat museum dijadikan tempat rujukan untuk belajar," ujarnya.

Junaidah menjelaskan, di bidang pengabdian, Museum Aceh memerlukan mahasiswa sejarah sebagai volunteer atau relawan yang ikut memperkenalkan museum. 

"Jadi kami berharap, sama-sama kita berpikir, sama-sama kita berbuat yang terbaik untuk museum dan karena itu yang sangat diperlukan oleh museum," jelasnya.

"Kita berharap adik-adik mahasiswa ini mau dan siap untuk bekerja sama dengan pihak museum,"  jelasnya lagi.

Kerja sama kedua ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan di Ruang Kepala Museum Aceh, Banda Aceh.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.