23 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Grand Opening Migas Center dan Kuliah Umum di Unimal
Kepala SKK Migas Sumbagut: Perusahaan Migas di Aceh Harus Peduli Terhadap Lingkungan

...

  • PORTALSATU
  • 21 January 2020 20:00 WIB

Foto: Humas Unimal
Foto: Humas Unimal

LHOKSEUMAWE – Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Wilayah Sumbagut, Avicenia Darwis, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perusahaan melakukan eksplorasi migas yang tidak peduli terhadap lingkungan. Dia mengharapkan perusahaan mengeksplorasi migas di Aceh memiliki kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam pengembangan dunia pendidikan.

“Industri migas tidak bisa dipisahkan dari lingkungan. Jadi, perusahaan migas harus lebih membuka diri,” tegas Avicenia saat menyampaikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), para pelajar SLTA serta masyarakat luas, di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa, 21 Januari 2020.

Kuliah umum itu digelar saat peresmian pembukaan Migas Center Universitas Malikussaleh (MCU) yang diharapkan menjadi pusat kegiatan migas bagi seluruh pihak di Aceh. Kehadiran Migas Center di Unimal bukan hanya untuk kegiatan migas semata, tetapi melibatkan berbagai disiplin ilmu lain sebab dalam industri migas lebih dominan adalah sosial dan ekonomi.

Dalam kesempatan itu juga dibentuk Oil and Gas Community, komunitas terdiri dari mahasiswa Unimal yang peduli terhadap industri migas. Sebelumnya, Oil and Gas Community sudah mendapatkan edukasi awal tentang migas yang disampaikan Humas Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO), Armia Ramli.

Avicenia Darwis mengatakan kehadiran Migas Center di berbagai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberi edukasi migas kepada masyarakat. “Kalau Migas Center ini tidak penting, tidak mungkin gubernur di sejumlah daerah ingin meresmikan secara langsung. Dan Migas Center di Unimal ini merupakan Migas Center satu-satunya yang diresmikan langsung oleh gubernur. Di daerah lain, gubernurnya ingin meresmikan, tetapi tidak bisa karena bentrok dengan acara lain,” ujarnya.

Merespons pertanyaan mahasiswa mengenai energi terbarukan, Avicenia mengatakan, perkembangan dunia migas sekarang sudah berkembang demikian cepat sehingga berbagai sumber energi baru terus dikembangkan. Ia juga mengungkapkan kejayaan Lhokseumawe sebagai Kota Petrodollar bisa diupayakan melalui migas yang ada di offshore atau lepas pantai. “Masa depan Aceh itu ada di offshore,” kata Avicenia.

Ketika membuka kuliah umum, Rektor Universitas Malikussaleh, Dr. Herman Fithra, mengatakan berdirinya MCU merupakan inisiatif dari Kepala SKK Migas Wilayah Sumbagut, PHE, dan Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA). “Berbicara soal migas, yang paling penting bukan hanya aspek teknis, tapi 60 persen merupakan aspek sosial, ekonomi, dan budaya,” ujar Herman. 

Herman mengingatkan pengalaman di masa lalu ketika ditemukan gas Arun pada awal 1970-an, masyarakat tidak siap dan tidak memiliki peran penting dalam eksplorasi gas.  Kehadiran MCU merupakan sarana pendidikan bagi semua, lembaga pendidikan, kontraktor, dan sebagainya.

Dengan hadirnya MCU, generasi muda terutama di Aceh sudah siap mengelola migas, apalagi dengan hadirnya BPMA yang hanya ada di Aceh. 

Grand Opening MCU dihadiri Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Iskandar Muda Usni Syafrizal, Pjs. Field Manager PHE NSO-NSB Danie Mustafa, perwakilan BPMA, para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), perwakilan Pertamina EP Rantau, PHE NSO, PHE Siak, PHE Kampar, Pertamina EP Pangkalan Susu, Pertamina EP Lirik, Mubadala Petrolium, Premier Oil, Triangle Pase Zaratex NV, serta pihak perbankan.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.