13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Menggunakan Karya Ilmiah Dosen Tanpa Izin
Ketua STIKes Ini Dihukum Membayar Ganti Rugi Rp50 Juta

...

  • PORTALSATU
  • 23 August 2019 07:00 WIB

Dr. Fauzi sujud syukur di ruangan sidang PN Lhokseumawe usai pembacaan putusan majelis hakim atas perkara gugatannya terhadap Ketua STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe, 22 Agustus 2019. Foto istimewa
Dr. Fauzi sujud syukur di ruangan sidang PN Lhokseumawe usai pembacaan putusan majelis hakim atas perkara gugatannya terhadap Ketua STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe, 22 Agustus 2019. Foto istimewa

LHOKSEUMAWE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe menjatuhkan vonis menghukum Ketua Tim Penyusun Borang Akreditasi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe (Tergugat I) dan Ketua STIKes tersebut (Tergugat II)  membayar ganti rugi senilai Rp50 juta kepada dosen kampus itu, Dr. Fauzi, M.Kom.I. (Penggugat). Pasalnya, tindakan para Tergugat menggunakan nama dan karya ilmiah Penggugat tanpa izin untuk kepentingan akreditasi STIKes tersebut dinilai terbukti sebagai perbuatan melawan hukum.

Vonis (putusan) perkara gugatan perdata itu dibacakan Hakim Ketua Mukhlis, S.H., didampingi Hakim Anggota HM. Yusuf, S.H., M.H., dan Jamaluddin, S.H., dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Kamis, 22 Agustus 2019.

Mengadili: Dalam Eksepsi: Menolak eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya. Dalam Pokok Perkara: Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; Menyatakan perbuatan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad); Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung-renteng untuk membayar ganti rugi materil sejumlah Rp50.000.000; Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya; Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III untuk membayar semua biaya sejumlah Rp1.844.500,” bunyi putusan tersebut.

Tergugat III ialah Ketua Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Kuasa Hukum Penggugat, T. Fakhrial Dani, S.H., M.H., mengatakan, perbuatan para Tergugat yang menggunakan nama dan karya ilmiah Dr. Fauzi tanpa izin merupakan perbuatan melawan hukum dan telah merugikan kliennya itu.

“Oleh karena itu, putusan hukum yang diambil oleh Majelis Hakim PN Lhokseumawe sudah tepat dan arif, karena siapapun di dunia ini tidak boleh menggunakan karya orang lain tanpa izin. Dengan putusan ini, semoga para pelaku dunia pendidikan semakin arif dalam bertindak,” kata T. Fakhrial Dani usai sidang tersebut.

Untuk diketahui, Dr. Fauzi, M.Kom.I., merupakan dosen pada Program Studi (Prodi) Sarjana Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe. Namun, pihak kampus tersebut diduga menyalahgunakan nama dan karya ilmiah Fauzi dengan cara memasukkan data itu tanpa izin ke dalam borang buku 3 akreditasi Prodi DIII Keperawatan. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Setelah mengetahui hal tersebut pada April 2018, Fauzi kemudian melayangkan somasi kepada para Tergugat. Dua kali disomasi tapi Tergugat dinilai tidak beritikad baik menyelesaikan persoalan itu, Fauzi lalu mendaftarkan gugatan ke PN Lhokseumawe, 2 November 2018. Karena proses mediasi menemui jalan buntu, gugatan tersebut disidangkan sejak awal tahun 2019.

Dalam gugatannya, Fauzi memohon kepada Majelis Hakim agar “Menyatakan perbuatan Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad); Menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan Surat Keputusan Penilaian Akreditasi Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe tanggal 28 Juli 2018; Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung-renteng untuk membayar ganti rugi materil sebesar Rp100.000.000; Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung-renteng untuk membayar ganti rugi inmateriil sebesar Rp1.000.000.000; Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III untuk membayar semua biaya yang timbul akibat perkara ini; Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe yang memeriksa dan mengadili perkara ini, berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo Et  Bono)”.

Saat ini, Dr. Fauzi, tidak lagi menjadi dosen di STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.[](*) 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.