22 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Konferensi Malik bin Nabi Telah Selesai di Qatar

...

  • PORTALSATU
  • 07 February 2019 11:00 WIB

@istimewa
@istimewa

Konferensi Perayaan 70 Tahun karya Malik bin Nabi (1905-1973), pemikir Muslim Aljazair berjudul Syuruth Nahdhah (Syarat Kebangkitan) serta upaya untuk merajut kembali kegemilangan peradaban Islam.

Acara ini diselenggarakan Center of Islamic Studies  (CIS, Pusat Studi Islam) Hamad Bin Khalifah University (HBKU) Doha Qatar dari 2-4  Februari 2019.

Menghadirkan keynote speaker:
-Dato Seri Anwar Ibrahim (Mantan Timbalan PM) dari Malaysia
-Dr. Ahmet Davutoglu (mantan PM) dari Turki
-Dr. Rashed Gannouchi (Partai Nahdhah/Kebangkitan) dari Tunisia

Pilihan ketiga orang ini sebagai keynote, berdasar keterangan panitia, karena mereka dianggap sebagai representasi keberhasilan menerjemahkan pemikiran Malik bin Nabi dalam tataran praktis.

Setelah melalui Call for Paper sejak September 2018, Konfrensi ini akhirnya memilih 30 makalah terpilih (bahasa Arab dan Inggris) untuk dipresentasikan membahas tentang kontribusi pemikiran Malik bin Nabi bagi kebangkitan peradaban Islam dari berbagai negara: Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Turki, Sudan, India, Amerika, Malaysia dan saya dari Indonesia.

Salah satu pembicara, Dr. Husni Mubarrak A. Latief Lc. MA, yang merupakan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry Banda Aceh, menggunakan bahasa Arab.

"Kajian saya tentang pemikiran Malik bin Nabi bahwa peradaban itu mengalami siklus sejarah, sesuai teori Ibnu Khaldun (historical cycle) mulai dari tumbuh, berkembang hingga mengalami degradasi. Namun peradaban itu bisa tumbuh kembali, dalam keyakinan Bin Nabi, dengan tetap menjadikan "religious ideas" (al fikrah al diniyyah)/ pemikiran keagaaman sebagai katalis (perekat) segala unsur pembentuk peradaban, yaitu: manusia, tanah dan waktu," kata Husni, yang juga Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) kota Lhokseumawe.

Konfrensi ini juga dihadiri putri bungsu Malik bin Nabi, Dr. Rahmah bin Nabi yang sekarang bermukim di Amerika sebagai penulis lepas (freelancer).

Selain menghadirkan 30 pemakalah, konfrensi ini juga dihadiri Amir Qatar Tamim bin Hamad bin Jasem bersama beberapa Duta Besar negara Arab lainnya saat acara pembukaan.[](rilis)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.