17 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Koodinator MaTA Berharap BEM FH Unimal Bisa Membawa Perubahan

...

  • PORTALSATU
  • 28 April 2019 21:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Maikussaleh (BEM FH Unimal) gelar dikusi publik untuk penguatan organisasi di Aula Fakultas FH Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Sabtu, 28 April 2019.

Diskusi tersebut dalam rangka training dasar organisasi dan rapat kerja tahun 2019/2020 yang bertemakan 'mewujudkan organisatoris berjiwa kepemimpinan, berintelektual serta bertanggung jawab', dengan menghadirkan pemateri Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian, Chalik Mawardi, dan Rahmad M. Ali.

Alfian menyampaikan ada dua bentuk organisasi yaitu profit dan nonprofit. Profit adalah organisasi pelat merah atau tertutup, oraganisasi tersebut hanya dibangun untuk kepentingan bisnis semata tanpa peduli terhadap kepentingan publik. Namun organisasi itu didirikan dengan mengikuti prosedural yang diatur dalam undang-undang.

Sementara organisasi nonprofit salah satunya organisasi mahasiswa, siapapun bisa mendirikannya. Akan tetapi, kata Alfian, yang harus diketahui organisasi yang didirikan tersebut mau dibawa kemana.

"Semua organisasi punya tujuan baik di level masyarakat atau mahasiswa, dan tujuan itu berbeda-beda. Siapapun bisa mendirikan raganisasi, dan itu legal dan sesuai dengan prosedural. Untuk organisasi mahasiswa itu tidak perlu membuat akte atau notaris, karena organisasi masiswa bertujuan sebagai agen perubahan dalam masyarakat," kata Alfian.

Alfian menjelaskan, cikal bakal pergerakan mahasiswa itu sangat penting, dan dinamika yang dahulu bisa jadi pembelajaran bagi saat ini. Seperti demo pencabutan DOM Aceh pada tahun 1990 dan aksi mahasiswa tahun 1998.

"Mahasiswa mempunyai sistem sendiri, tidak boleh terlibat dalam politik praktis bahkan dikendalikan oleh pihak yang berkepentingan (ditunggangi). Untuk menjadi organisasi yang kuat maka punya Kompetensi, Produktif, Kompetitif, Transparan, dan Akuntabel," jelasnya.

Alfian melanjutkan, peran mahasiswa terhadap bangsa sangat besar terutama sebagai agent of change, social of control dan iron stock. Bahkan mahasiswa berhak mengakses data kepada birokrasi kampus, pemerintah dan instansi lainnya untuk mengetahui informasi publik yang diperlukan.

"Mahasiswa bisa lakukan akses data atau meminta data kepada akademik, misalnya data beasiswa dan sebagainya, karena itu dilindungi oleh undang-undang informasi publik," ungkap Alfian.

Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal Muhammad Fadli mengatakan acara training oraganisasi dan rapat kerja itu digelar sejak kemarin, dan hari ini acara terakhir yang menghadirkan tiga pemateri.

"Kemarin ada Bang Syahrul, S.H., M.H., Koordinator LBH Banda Aceh yang memberi materi tentang advokasi dan pergerakan mahasiswa dan Maimun Ramli tentang administrasi," sebutnya.

Fadli berharap dengan adanya training organisasi tersebut bisa menambah wawasan dalam menyusun rencana kerja dan bisa melaksanakan tugas dengan baik untuk kepentingan masyarakat dan khususnya kampus Unimal.

Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unimal, Dr. Faisal, S.Ag., S.H., M.Hum., menambahkan ini merupakan program baik yang memang harus dilakukan oleh ormawa untuk nilai dasar dalam berorganisasi.

"Semoga BEM FH periode 2019-2020 kabinet bersinergi bisa mengimplementasikan semua materi yang telah didapat dan bisa sukses selalu dalam semua kegiatannya," harapnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.