16 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lepas Tukik di Pantai, Ini Kata Rektor Unimal

...

  • Fazil
  • 26 March 2019 09:00 WIB

Foto: Fazil
Foto: Fazil

ACEH UTARA - Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Herman Fithra, bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan dan Akuakultur Fakultas Pertanian melepaskan puluhan tukik (anak penyu), di pantai Gampong Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin, 25 Maret 2019, sore.

Pelepasan tukik tersebut juga dihadiri mantan Rektor Unimal, Prof. Dr. Apridar, Pasportmar Lanal Lhokseumawe, Kapten Laut (KH), Fahrizal, Manajer PKBL & CSR PT PIM, Zulhadi, sejumlah dosen Prodi Ilmu Kelautan dan Akuakultur Fakultas Pertanian, dan tokoh masyarakat setempat.

Herman Fithra mengatakan, pelepasan anak penyu ini merupakan kegiatan kedua kalinya dilakukan pihak kampus tersebut. Sebelumnya pada Januari 2019 lalu juga sempat dilepaskan sebanyak 25 tukik. Kali ini ada 67 tukik yang dilepaskan ke laut. Tukik berasal dari pesisir pantai di wilayah Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara, itu merupakan hasil yang didapatkan oleh masyarakat setempat.

"Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat yang berada di pesisir Aceh Utara, jika menemukan telur penyu itu jangan dikonsumsi, dan jangan dijual. Tetapi dapat diserahkan ke Unimal melalui Pusat Kelautan (Marine Center), bahkan kita juga akan membayar uang transportasi bagi pengantar atau masyarakat yang menyerahkan penyu tersebut. Selanjutnya, nanti akan dibawa penangkaran penyu di pantai Keude Krueng Geukueh untuk ditangkarkan atau ditetaskan, karena di sana ada petugas," kata Herman Fithra kepada wartawan usai pelepasan anak penyu tersebut.

Herman berharap kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan khususnya terhadap tukik terus meningkat. Pelepasan itu dapat memotivasi masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian penyu di masa yang akan datang, karena Unimal melalui Pusat Kelautan terus berupaya menangkarkan telur penyu, sehingga keberadaan penyu di kawasan Aceh Utara dapat terlestarikan dengan baik.

Pasportmar Lanal Lhokseumawe, Kapten Laut (KH), Fahrizal, menyebutkan, tentunya ini harus ada kepedulian dari masyarakat untuk menjaga serta pelestarian satwa di tengah maraknya perburuan telur penyu saat ini. Apabila tidak dilakukan pelestarian satwa yang dilindungi tersebut, maka ke depan generasi penerus bangsa tidak akan mengenal lagi hewan dimaksud.

"Kita sangat mendukung pelepasan tukik yang dilakukan pihak Unimal. Untuk ke depan kita juga akan melakukan kerja sama dengan kampus tersebut untuk penetasan telur penyu dan bersinergi agar terus berkembang pelestarian satwa," ungkap Fahrizal.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.