15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pengadaan Mobil Pimpinan DPRA Dinilai Lebih Mahal dari Pesawat Irwandi, BEM Unimal: Tak Punya Malu

...

  • Fazil
  • 01 November 2019 11:25 WIB

Muhammad Sabar. Foto istimewa
Muhammad Sabar. Foto istimewa

LHOKSEUMAWE - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (BEM Unimal) menilai pengadaan empat mobil mewah pimpinan DPR Aceh dan satu kendaraan Sekwan dengan total pagu mencapai Rp7,30 miliar lebih, semakin memperlihatkan bahwa "pimpinan DPRA yang baru memang tidak akan pernah peduli dengan kebutuhan masyarakat".

 "Kami sangat kecewa terhadap DPRA yang baru saja menjabat sudah dengan semena-mena melakukan tindakan pembelian mobil mewah dengan memakai APBA, dan tidak melihat kepentingan rakyatnya.  Rencana pengadaan empat mobil dinas tersebut, kita melihat ini adalah sebuah perilaku yang sangat memalukan, di mana DPRA tidak bersedia menggunakan mobil yang dipakai pada periode sebelumnya, terkesan seakan-akan DPRA hanya duduk di posisi (dewan) itu untuk memiliki mobil baru yang mewah. DPRA seakan-akan memang tidak punya urat malu," kata Wakil Ketua BEM Unimal, Muhammad Sabar, kepada portalsatu.com, Jumat, 1 November 2019.

Menurut Sabar, harga mobil mewah tersebut bahkan lebih mahal dari pesawat Shark Aero milik pribadi Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang harga resmi pesawat itu hanya Rp1,8 miliar. "Belum lagi diskonnya," ujar dia.

Dia meminta tender pembelian mobil mewah itu segera dibatalkan. "Karena harganya sangat tidak sesuai, harga mobil dewan itu sangat tidak merakyat," tegas Sabar.

Sabar melanjutkan, "Sebagai perbandingan, periode lalu (2014-2019) Wakil Ketua DPRA menggunakan mobil Toyota Harrier, kali ini pasti lebih mewah lagi dengan anggaran sebanyak itu. Kursi DPRA dijadikan ajang pengadaan mobil baru".

"Kita sangat tidak setuju pengadaan mobil dengan menggunakan APBA sebanyak itu, dan kami mengecam. Jika memang tender pengadaan mobil itu masih tatap dilaksanakan, ke depan akan banyak elemen sipil termasuk mahasiswa yang akan mengecam. Maka harus dibatalkan, jangan sampai masyarakat Aceh tidak ada lagi kepercayaannya terhadap DPRA. Jadi, pimpinan DPRA jangan suka bermain-main dengan anggaran negara yang mestinya digunakan untuk kebutuhan rakyatnya,” ujar Sabar.

Oleh karena itu, lanjut Sabar, pihaknya menyarankan agar DPRA tetap fokus dengan permasalahan saat ini yang terjadi di Aceh. "Salah satunya perumusan tentang Qanun Aceh (terkait turunan UUPA) yang tak kunjung usai hingga saat ini. Melanjutkan dana otsus dan penggunaan dana otsus tepat sasaran, mungkin itu lebih penting daripada mobil mewah yang hanya meneteskan air mata rakyat," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua sementara DPR Aceh, Dalimi, membenarkan adanya pengadaan mobil baru pimpinan DPRA periode 2019-2024. "Iya, karena setiap masuk periode baru selalu ada pengadaan (mobil), kali ini untuk pimpinan saja," ujar Dalimi dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon seluler, Kamis, 31 Oktober 2019, sore.

Soal harga mobil itu, Dalimi menyebut "Tidak terlalu mahal, karena di situ kan ada aturan dari Mendagri, cc-nya boleh sampai seberapa. Itu wajar kok".

"(Pagu pengadaan tiga mobil wakil ketua DPRA Rp4,6 miliar lebih atau Rp1,5 miliar lebih/unit) Itu sudah pajak, sudah semua. Itu ada aturannya," kata calon Wakil Ketua definitif DPRA periode 2019-2024 dari Partai Demokrat itu.

Sebagai perbandingan, periode lalu wakil ketua DPRA menggunakan mobil jenis apa? "(Toyota) Harrier," ucap Dalimi yang juga Wakil Ketua DPRA periode 2014-2019.

Dalimi mengaku saat ini masih memakai Harrier, mobil wakil ketua DPRA periode lalu. "Untuk sementara belum ditarik," ujar Dalimi.

Disinggung soal kelayakan mobil lama, kenapa dirinya tidak menggunakan mobil itu saja, Dalimi mengatakan, "Kalau cerita kelayakan itu kan ada umur ekonomis ya. Kalau orang baru sudah lima tahun pakai yang bekas punya kan ndak bagus juga".(Baca:Ini Kata Wakil Ketua DPRA Soal Pengadaan Mobil Baru)

Untuk diketahui, dana pengadaan mobil dinas pimpinan DPR Aceh senilai Rp6,55 miliar lebih, dan kendaraan operasional Sekretaris DPRA Rp750 juta bersumber dari APBA tahun 2019. Sehingga total pagu pengadaan mobil empat pimpinan DPRA dan Sekwan mencapai Rp7,30 miliar lebih.

Data dilihat portalsatu.com, Rabu, 30 Oktober 2019, dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Sekretariat DPRA tahun 2019, pagu pengadaan satu mobil ketua DPRA Rp1.942.080.000, dan tiga mobil wakil ketua DPRA Rp4.616.640.000. Artinya, tiga mobil wakil ketua DPRA sekitar Rp1,53 miliar lebih/unit. Pengadaan empat mobil mewah itu melalui metode pemilihan tender cepat.

Sedangkan pagu pengadaan mobil jabatan Sekretaris DPRA (Sekwan) Rp750.000.000 melalui metode pemilihan E-Purchasing.

Dilihat portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Aceh, pengadaan mobil ketua dan wakil ketua DPRA sedang dalam proses tender. Tahap tender saat ini upload dokumen penawaran, 31 Oktober – 4 November 2019. 

Nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket pengadaan mobil ketua DPRA Rp1.811.040.000, dan tiga mobil wakil ketua DPRA Rp4.231.920.000.[](BacaPengadaan Mobil Pimpinan DPRA Rp6,55 Miliar, Sekwan R-p750 Juta?)[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.