13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pesan Tgk Ni Jelang Milad GAM ke 41

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 03 December 2017 16:40 WIB

Panglima (Ketua) Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah. @SIRAJUL MUNIR
Panglima (Ketua) Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah. @SIRAJUL MUNIR

LHOKSEUMAWE - Panglima (Ketua) Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah berharap peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke 41 tahun 2017 esok menjadi momentum sakral bagi seluruh masyarakat Aceh untuk mengenang kembali nilai sejarah dari konflik panjang Aceh.

Tokoh eks GAM tersebut menjelaskan, peringatan 4 Desember 1976 di tahun ini telah menambah angka dalam putaran masa sejarah baru Aceh, dan bukanlah waktu singkat untuk dikenang.

Saat ditemui portalsatu.com di kediamannya di Gampong Kutablang, Lhokseumawe, Minggu siang, 3 Desember 2017,  eks kombatan yang kerap disapa Tgk Ni itu juga mengulas kisah singkat gerakan perjuangan Aceh membebaskan diri dari penjajahan.

Katanya, milad GAM pada  Desember bukanlah karya tanpa kisah sejarah. Menurutnya 3 Desember 1911 merupakan hari terakhir bagi penerus perjuangan keluarga Di Tiro, yakni syahidnya Wali Neugara Aceh Meurdeka (Negara Aceh Merdeka) ke-7, Tgk Chik Maat Di Tiro di Alue Bhot Tangse, Pidie. Momen itu tercatat rapi di buku The Atjheer karya  H.C. Zentgraff, seorang penulis terkenal Belanda yang juga seorang wartawan.

Kemudian, lanjut Tgk Ni, gerakan perlawanan diteruskan oleh Wali Negara Atjeh ke-8, Al Mukarram Al Mudabbirul Mulk Tgk Chik Hasan Muhammad Di Tiro, LLD. Pada 4 Desember 1976, GAM diproklamirkan kembali di puncak Cokkhan Gunung Halimun, Tiro Pidie.

"Itulah fase awal perlawanan terhadap rezim Republik demi tercapainya Aceh berdaulat dan bermartabat. Banyak tokoh, cendikiawan, ulama, masyarakat dan anggota GAM hilang nyawa tanpa diketahui pusaranya, jadi jangan pernah menilai Milad GAM adalah isapan jempol belaka, yang dibuat-buat untuk sekelompok orang. Bagi yang tidak mengalami masa-masa sulit itu, baca dan baca, kemudian renungkan baik-baik," kata Tgk Ni.

Lanjutnya, sejarah adalah bagian penting dari perjalanan sebuah bangsa (Historia E Magistra Vitae), sebuah bangsa yang maju adalah  bangsa yang selalu belajar dari sejarahnya.

"Bahkan hidup manusia secara individu tak terlepas dari perjalanan sejarah, mengapa masyarakat Aceh  begitu mudah melupakan sejarah? Semasa hayat Wali Neugara Tgk Chik Hasan Muhammad Di Tiro, ketika pertama kali pulang ke Aceh setelah MoU Helsinki,  di depan awak media saat ditanya tujuannya pulang ke kampung halaman beliau menjawab: Demi sejarah kami!" Terang Tgk Ni.

Jangan hari ini, katanya, paska perdamaian segelintir manusia berleha-leha dengan jabatan kekuasaan tanpa mengingat hakikat dari tujuan perjuangan. Perdamaian itu jika ditelisik lebih dalam maka kita sedang berupaya untuk mencapai tujuan dari perjuangan, yakni perwujudan dari seluruh isi perdamaian itu sendiri.

Tokoh itu khawatir jika generasi perjuangan saat ini telah tiada apa yang akan diwarisi terhadap generasi berikutnya, akankah generasi baru tetap bernasib sama seperti pendahulu? 

Kepada elite eks GAM, yang saat ini duduk dikursi empuk kekuasaan hendaknya lebih arif dalam menyikapi kondisi Aceh, jangan diam ketika satu-persatu isi dari janji damai dicabut. Lawan dengan segenap jiwa raga, rakyat tujuan dari perjuangan, kekuasaan harus berlandaskan untuk kepentingan rakyat.

"Besok adalah momen sakral yang harus tetap kita jaga. Itu adalah  momen kita untuk bersatu kembali, jangan sampai kita terpecah belah hanya untuk kepentingan sesaat. Damai ini harus kita pelihara, marilah kita belajar dari sejarah kelam demi Aceh lebih baik," sebut Tgk Ni.

Rencananya, ia dan sejumlah eks GAM wilayah Samudera Pase akan menghadiri peringatan Milad di pusara Alm Wali Nanggroe Tgk Muhammad Hasan Di Tiro, di Meureu, Tiro.

Sedangkan peringatan Milad di wilayah Samudera Pase akan digelar dimasing-masing daerah KPA.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.