22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sosialisasi di STAIN, Ini Kata KIP Soal Tipikal Pemilih

...

  • PORTALSATU
  • 15 February 2019 10:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

MEULABOH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh melakukan sosialisasi pemilu bertajuk 'KIP Goes To Campus', di aula kampus setempat, Kamis, 14 Februari 2019. Kegiatan ini untuk mendorong minat dan kesadaran kalangan muda untuk berpartisipasi pada Pemilihan Umum serentak April mendatang.

Kegiatan dihadiri 70 mahasiswa dan pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) tersebut dibuka Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Dama, Dr. Erizar, M.Ed. Hadir sebagai pemateri Komisioner KIP Aceh Barat Saiful Asra, M.Soc.Sc., dan Kepala Sub-Bagian Teknis Pemilu, Andi Sayumitra, S.Sos.

Erizar dalam sambutannya menyampaikan mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu menjadi bagian dalam menyukseskan pemilu serentak pada 17 April mendatang. Erizar berpendapat bahwa mahasiswa sebagai agent of change harus mampu memberi contoh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu.

Erizar menambahkan, selain dituntut menjadi pemilih yang cerdas, mahasiswa juga harus mengampanyekan untuk menghindari money politic yang kerap menggunakan uang sebagai iming-iming politik. Juga mengampanyekan untuk menjauhi golput (istilah tidak memilih dalam pemilu).

“Mahasiswa harus menjadi role model negarawan di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Saiful Asra dalam materinya mengatakan mahasiswa harus mampu menunjukkan sikap yang baik pada pemilu. “Mahasiswa merupakan kaum yang dianggap cerdas, maka harus mempunyai tanggung jawab moral yang baik dalam menentukan pilihan,” jelasnya.

Saiful yang juga merupakan pakar Ilmu Administrasi Negara Universitas Teuku Umar (UTU) berpesan agar mahasiswa menjadi pemilih yang baik mampu memberikan pemahaman baik tentang pemilu kepada masyarakat.

Saiful menyampaikan untuk menyukseskan pemilu, agar para mahasiswa menghindari berita hoaks yang dapat memecah belah kehidupan sosial bermasyarakat. “Beda pilihan itu biasa, tapi tetap jalin kekerabatan dengan orang di lingkungan sekitar kita serta hindari setiap kecurangan pada pemilu," pungkasnya.

Sementara itu Kasubbag Teknis Pemilu Andi Sayumitra dalam materinya  memberikan pencerahan kepada mahasiswa terkait jenis-jenis pemilih yang ada di Indonesia. Andi menjelaskan ada empat tipikal pemilih yang nantinya diprediksi akan ada di hari pemilihan.  Pertama, pemilih tradisional.

“Pemilih tradisional adalah pemilih yang tidak mengerti tentang politik tetapi tinggkat partisipasinya sangat tinggi dan ini banyak ditemui di perdesaan," jelas Andi.

Kedua, Andi menjelaskan tipikal pemilh pragmatis. Pemilih seperti ini, ungkap Andi adalah tipikal pemilih yang mengedepankan keuntungan pribadi atas imbal balik dari hasil mencoblos salah satu pasangan calon.

“Artinya pemilih ini memilih karena diberikan sejumlah uang dan barang lainnya," kata dia.

Andi melanjutkan, ketiga yakni pemilih kritis, yaitu pemilih cerdas atau mengerti tentang politik dan cenderung kritis dalam menentukan pilihan dengan melihat visi misi calon.

Keempat, lanjut Andi, adalah pemilih skeptis. Pemilih ini merupakan tipikal pemilih yang lebih kritis serta tidak mau peduli pada politik.

“Mereka cenderung melakukan golput, cenderung yang semacam ini berada di perkotaan," ungkap Andi.

“Itulah tugas mahasiswa untuk terus berupaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu April mendatang tentunya dengan asas pemilu dilakukan secara mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib penyelenggara, kepentingan umum,” tambahnya.

Andi menjelaskan total partai yang akan bertarung dalam pemilu serentak 17 April nanti, wilayah Aceh akan diikuti 20 partai yaitu 16 partai nasional serta 4 partai lokal. Di Aceh Barat total partai yang mengajukan calegnya hanya 18 partai, sedangkan 2 partai lainnya tidak mengajukan satu calon pun.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.