22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


STAIN Dituntut Memiliki Ciri Khas saat Jadi IAIN

...

  • PORTALSATU
  • 11 March 2019 16:00 WIB

Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.Soc., didampingi Dr. Inayatillah, M.Ag., saat memberikan kuliah umum di STAIN Teungku Dirundeng, Senin 11 Maret 2019. Foto Humas
Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.Soc., didampingi Dr. Inayatillah, M.Ag., saat memberikan kuliah umum di STAIN Teungku Dirundeng, Senin 11 Maret 2019. Foto Humas

MEULABOH - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh dituntut untuk memiliki ciri khas saat bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri usai Pemilu mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.Soc. Sc., saat memberikan materi kuliah umum yang mengangkat isu Pengelolaan Perguruan Tinggi dalam Menyongsong Penyusutan Peran Negara di Aula Kampus setempat, Senin, 11 Maret 2019.

Achmad Gunaryo yang juga Guru Besar UIN Walisongo Semarang menjelaskan ciri khas yang dimaksud yakni, ciri khas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang kompetitif dan mampu membuka lapangan kerja secara mandiri dan bukan pencari kerja sebagaimana marak terjadi saat ini.

“Indikator keberhasilan perguruan tinggi itu tergantung cepat tidaknya alumni mendapat pekerjaan,” ungkapnya.

Gunaryo mengatakan, perubahan menjadi IAIN merupakan tugas berat untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan lulusan yang mampu menjadi pembeda di masyarakat.

Gunaryo menjelaskan, lulusan yang dilahirkan IAIN Meulaboh nantinya merupakan lulusan yang beda dengan lulusan perguruan tinggi lain. Sehingga, lanjut Gunaryo setiap lulusan menjadi kebutuhan di dunia kerja. Harus ada beda lulusan saat masih STAIN dengan lulusan IAIN Meulaboh nantinya. “Jangan sampai, IAIN tapi rasa STAIN,” tegasnya.

Gunaryo juga menjelaskan, penyusutan peran negara dalam mengelola lembaga pendidikan tinggi merupakan tuntutan zaman yang harus dilakukan, dimana di era reformasi birokrasi yang sedang digalakkan pemerintah, menuntut lembaga pendidikan untuk nandiri dalam pengelolaan kelembagaan.

“Sehingga lembaga pendidikan diharapkan mampu memberikan layanan atas dasar prinsip efisiensi dan produktivitas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Innayatillah, M.Ag., mengungkapkan keseriusannya dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas lulusan STAIN. Ia berpesan agar seluruh sivitas akademika tetap konsisten dan bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Inayatillah menjelaskan, apa yang disampaikan Achmad Gunaryo dalam kuliahnya sejalan dengan visi, misi, sasaran dan target capaian yang ia rencanakan hingga 2023 mendatang. Dia optimis mewujudkan IAIN Meulaboh menjadi jantung hati rakyat Aceh, khususnya kawasan Barat-Selatan Aceh.

“Kehadiran Prof. Gunaryo memantik semangat untuk membangun IAIN yang bermutu dan berkualitas,” tandasnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.