26 January 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tastafi di Pandrah, Tu Sop: Ada Dua Kelompok Manusia di Hari Kiamat, Kita Dimana?

...

  • portalsatu.com
  • 11 October 2019 14:00 WIB

Tgk H M Yusuf A Wahab atau Tu Sop mengisi pengajian Tastafi di Masjid Besar Baitul Kiram Pandrah, Bireuen, Kamis, (10/10/2019) malam. @Al Fadhal/BMU
Tgk H M Yusuf A Wahab atau Tu Sop mengisi pengajian Tastafi di Masjid Besar Baitul Kiram Pandrah, Bireuen, Kamis, (10/10/2019) malam. @Al Fadhal/BMU

Pengurus Daerah Majelis Pengajian Zikir (Tasawuf, Tauhid dan Fiqih) Tastafi Kecamatan Pandrah kembali mengadakan pengajian rutin bulanan kecamatan setempat untuk edisi bulan Oktober 2019. Pengajian ini diasuh oleh Tgk H M Yusuf A Wahab atau Tu Sop yang digelar di Masjid Besar Baitul Kiram Pandrah pada Kamis, (10/10/2019) malam.

Sekretaris Tastafi Kecamatan Pandrah, Al Fadhal, menyebut pengajian ini dibagi dalam 3 sesi, sesi penyampaian materi, tanya jawab inter aktif, dan zikir akbar majelis Zikir Yadara, acara ini juga disiarkan langsung oleh radio Yadara FM 92.8 MHz dan Mutiara FM 105.8 MHz sebutnya. 

Sementara itu Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H M Yusuf A Wahab atau sapaan akrabnya Tu Sop dalam tausiahnya kali ini mengambil tema Kiamat.

Tu Sop mengatakan, telah disebutkan Allah SWT dalam Alquran akan ada dua buah kelompok manusia di hari kebangkitan, dimana satu kelompok dibangkitkan menuju syurga dan satunya lagi berjalan menuju neraka.

"Kita sendri tidak mengetahui akan dimasukkan ke kelompok yang mana. Ada manusia saat dibangkitkan telah tersedia di atas kuburannya pakaian dan kendaraan sebagai transportasi berjalan menuju syurga, Allah SWT tidak akan membiarkan bagi orang-orang penghuni surga berjalan kaki. Kemudian ada pula manusia ketika dibangkitkan di atas kuburannya penuh dengan belenggu rantai yang dikawal Malaikat Malik Zabaniah. Orang-orang yang demikian itu berjalan menuju neraka dengan mukanya, dalam kasus ini Allah SWT tidak akan mengizinkan mereka berjalan memakai kakinya," kata Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI). 

Tu Sop menambahkan, berkata Imam Al Ghazali telah mendengar sebahagian kata ulama, yang diriwayatkan dari perkataan Nabi Muhammad SAW "Jika pada hari kiamat keluar satu kaum yang dibangkitkan dari kuburannya mempunyai kendaraan semacam unta bersayap dan terbang ia diatas padang mahsyar, sehingga apabila sampai ia dipinggir syurga tiba-tiba dilihat oleh para malaikat yang penuh penasaran, siapa mereka…!
Maka sebagian para malaikat menghampiri kaum tersebut dan bertanya siapa anda? 
Dijawablah oleh kaum tersebut kami ummat Nabi Muhammad SAW, para malaikat menanyakan lagi apakah anda sudah melalui proses hisab (pemeriksaan) dan mizan (timbangan). Kaum tersebut mengatakan, "Kami tidak melakukan dua hal itu." Maka para malaikat berkata, "Kalian semua harus kembali dari awal melakukan hisab dan mizan." Kemudian tiba-tiba berkata Allah SWT, "Hai para malaikatku, orang-orang itu tidak perlu melakukan mizan dan hisab, karena sesungguhnya mereka di dunia senantiasa berbuat kebaikan. Maka tidak ada jalan pemeriksaan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan."[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.