26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terpilih Jadi Rektor Unimal, Ini Program Herman Fithra

...

  • Fazil
  • 11 December 2018 17:00 WIB

Dr. Herman Fithra (kiri), dan Prof. Apridar (kanan). @Fazil
Dr. Herman Fithra (kiri), dan Prof. Apridar (kanan). @Fazil

LHOKSEUMAWE - Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) terpilih periode 2018-2022, Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., mengatakan, pertama sekali yang akan dilakukan untuk memajukan Unimal ke depan adalah melanjutkan semua program Rektor Unimal, Prof. Apridar yang masih menjabat saat ini. "Sebagaimana diketahui bahwa terobosannya dan prestasi diraih maupun pembangunan fisik yang dilakukan selama ini dalam mengembangkan kampus tersebut sangat baik".

"Unimal mendapatkan kepercayaan untuk mengelola anggaran yang merupakan pinjaman Pemerintah Republik Indonesia, yang diberikan untuk kampus tercinta ini kurang lebih nominalnya hampir Rp800 miliar. Sebanyak 88 persen adalah pembangunan fisik, juga ada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan manajemen dan seterusnya," kata Herman Fithra, kepada para wartawan, usai pemilihan Rektor Unimal, Senin, 10 Desember 2018.

Artinya, lanjut Herman Fithra, sebagian besar dana yang dikucurkan adalah untuk pembangunan fisik, dan itu merupakan tugas besar harus bisa disukseskan untuk ke depan. Karena ini mendapatkan amanah (Memimpin Unimal) yang pertama sekali dan hibah yang luar biasa dari pemerintah dipercayakan kepada Unimal untuk dapat dikelola dengan baik. 

"Kalau kita melihat proses dari pemilihan Rektor Unimal, dan Alhamdulillah saya dipercayakan oleh rekan-rekan (sitivitas akademika atau senat) mendapat suara yang maksimal. Saya yakin ini merupakan harapan kawan-kawan semua bagaimana membawa Unimal sebagaimana diharapkan bersama menjadi kampus ini tidak hanya dipandang sebelah mata, tetapi bisa membawa kebanggaan kita bersama dalam mengembangkan Unimal untuk ke depan," ungkap Herman.

Salah satu yang ingin diwujudkan, Herman menyebutkan, tujuannya adalah bagiamana generasi muda yang ada diseputaran Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen, itu bisa menuntun pendidikan tinggi. Untuk itu diharapkan dengan adanya dukungan baik dari Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota disekitaran kampus Unimal dan bersama-sama bersinergi dengan pihak kampus tersebut, bisa memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi anak-anak khususnya kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi di kampus Unimal.

Selain itu, lanjut Herman Fithra, ada program-program khusus lainnya yang akan dilakukan. Pertama dalam jangka waktu seratus hari, bagiamana mempersiapkan akreditasi untuk beberapa program studi yang belum baik, itu merupakan tugas utama yang akan dilakukan nantinya. Kemudian, kata dia, untuk program jangka panjang dan menengah adalah bagaimana untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Unimal.

"Insya Allah tanggal 19 Desember 2018, kita akan mengirim delapan dosen untuk melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di Negara Jepang. Kita harapkan ini akan menjadi pionir di Unimal, sehingga kawan-kawan lain yang melanjutkan pendidikan doktor (S3) akan kita dorong juga untuk melanjutkan di Jepang maupun negera lainnya," ujar Herman.

Kemudian dalam jangka waktu satu tahun kedepan, Herman mengungkapkan, pihaknya berusaha untuk bisa membuka program studi baru yang lebih banyak, dan Alhamdulillah tahun 2018 sudah berhasil membuka dua program studi, kemudian nanti akan ada pengumuman pada akhir Desember 2018 sebanyak dua program studi lagi. 

"Hal yang paling membanggakan kita, Unimal hari ini satu-satunya universitas  yang diberikan kepercayaan mengelola program studi energi terbarukan. Selain itu, kita juga punya program studi tehnik material, ini merupakan program studi kedua yang ada di Pulau Sumatera. Kita mengharapkan ke depan akan terus muncul program studi baru yang muaranya untuk mendukung berjalannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe," ujar Herman. 

Oleh karenanya, Herman Fithra berharap kepada seluruh stakeholder yang ada baik dari Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota bahwa dunia industri itu untuk bisa sinergi secara bersama-sama guna mempersiapkan tenaga-tenaga profesional yang dilahirkan dari lembaga (Unimal) tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., terpilih sebagai Rektor Unimal dalam Rapat Tertutup Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) Pemilihan Calon Rektor periode 2018-2022, di Aula Meurah Silue, Kampus Pascasarjana Unimal, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe, Senin, 10 Desember 2018. 

Herman Fithra meraih 46 suara. Sedangkan dua calon rektor lainnya, Iskandar Zulkarnaen, S.E., M.Si., Ph.D. (Dosen Fakultas ISIP), hanya 2 suara, dan Dr. Ir. Wesli, M.T. (Dosen Fakultas Teknik), tidak mendapatkan suara atau nol. 

Dalam pemilihan rektor Unimal tersebut, perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki hak suara 35 persen (18 suara), ditambah suara anggota senat 35 suara. Namun, ada anggota senat termasuk dua calon rektor yang melakukan walk out, sehingga jumlah suara hasil pemilihan Rektor Unimal sebanyak 48 suara.

"Alhamdulillah, hari ini kita telah memperoleh hasil dari pemilihan tersebut," kata Ketua Senat Unimal, Prof. Apridar kepada para wartawan usai pemilihan Rektor Unimal.

Apridar melanjutkan, "Perlu juga diketahui bahwa setiap tahapan (pemilihan) yang kami lakukan itu selalu berkonsultasi dengan pihak Kemenristekdikti RI. Artinya aturan-aturan yang kita jalankan tersebut jangan sampai berbenturan dengan aturan yang sudah ditetapkan".

"Mengapa setiap tahapan selalu kita berkonsultasi, hal itu supaya tidak ada kesalahan. Apabila ada kejanggalan atau berbenturan dengan mekanisme yang berlaku dalam proses tahapan pemilihan rektor, itu biasanya pihak Kemenristekdikti menyuruh untuk mengulang serta memperbaiki sesuai kesalahan yang dilakukan," ujar Apridar.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.