25 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Unimal Dapat Dana Hibah ADB 54 Juta AS

...

  • Fazil
  • 06 February 2019 20:00 WIB

Rektor Unimal, Herman Fithra. Foto: Fazil
Rektor Unimal, Herman Fithra. Foto: Fazil

LHOKSEUMAWE - Universitas Malikussaleh (Unimal) mendapatkan dana hibah dari Bank Pembangunan Asia (ADB) mencapai 54 juta dolar AS. Sebagian besar dana itu akan digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di Unimal.

Hal itu disampaikan Rektor Unimal, Dr. Herman Fithra, M.T., dalam silaturahmi dengan para jurnalis, di Aula Meurah Silue Gedung Pascasarjana Unimal, Lhokseumawe, Rabu, 6 Februari 2019.

"Dana senilai 54 juta dolar AS tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung fakultas dan sarana pendukung lainnya. Paling banyak digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti biaya pendidikan dosen di dalam dan luar negeri. Dana tersebut bisa menjadi anugerah sekaligus musibah jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, kita bertekad membangun Unimal menjadi kampus zona integritas bebas korupsi. Maka dukungan dari rekan-rekan wartawan sangat penting untuk memperkuat integritas tersebut," kata Herman.

Tanpa dukungan jurnalis dan pihak lainnya, lanjut Herman, tidak mungkin mewujudkan Unimal menjadi zona integritas bebas korupsi. Jika gagal akan terjadi kemunduran luar biasa bagi kampus ini.

Untuk diketahui, Unimal berada di peringkat 79 dari 500-an yang diriset sebuah lembaga pemeringkat kampus. Namun, kata dia, versi Kemenristek Dikti, peringkat Unimal turun sangat jauh, salah satu penyebabnya karena banyak program studi belum terakreditasi. Akan tetapi jika dilihat kemajuan dalam 10 tahun terakhir, Unimal sudah jauh lebih baik. 

“Target saya, tahun depan paling tidak masuk 100 besar perguruan tinggi negeri di Indonesia," kata Herman.

Menurut Herman, Unimal bisa menjadi tempat kuliah bagi orang-orang miskin dengan biaya murah. "Oleh karenanya, kita terus berjuang agar tetap berada di tiga besar penerima beasiswa Bidikmisi, meski universitas lain banyak menolak Bidikmisi karena tidak menguntungkan dari aspek ekonomis. Ini bukan berarti pendidikan murahan, tetapi fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang terjangkau semua kalangan kurang mampu," ujarnya.

Untuk itu, Herman mengharapkan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) juga bisa digunakan untuk beasiswa bagi anak-anak tidak mampu di pedalaman Aceh, sehingga memberi kesempatan bagi mereka untuk mengakses pendidikan tinggi.

Namun, kata Herman, ke depan Unimal harus menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, target itu memang sangat berat, karena salah satu syarat sumber dari biaya pendidikan yang tinggi. Sekarang pendapatan Unimal dari SPP sangat rendah dikarenakan biaya kuliah di Unimal sangat murah.

"Selain itu, Unimal juga memberikan perhatian serius kepada calon mahasiswa yang hafiz Alquran dan atlet berprestasi," ujar Herman. 

Dalam pertemuan tersebut, wartawan juga menanyakan berkenaan beberapa prodi yang belum terakreditasi. Herman menyebutkan, ada beberapa prodi yang akreditasinya sudah kadaluarsa. Ia mengharapkan dalam beberapa pekan ke depan sudah selesai. Demikian juga dengan berkas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang harus selesai pada 31 Maret 2019. 

Rektor Unimal juga menanggapi mengenai sulitnya dalam pengurusan ijazah. Herman menyatakan ke depan polanya akan diubah. Ijazah bisa langsung diambil ketika mahasiswa diwisuda.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.