21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Unimal Gelar Seminar Terkait Migas Aceh, Ini Kata Rektor

...

  • Fazil
  • 08 April 2019 16:30 WIB

Rektor Unimal Herman Fithra saat pembukaan seminar tentang migas. Foto Fazil
Rektor Unimal Herman Fithra saat pembukaan seminar tentang migas. Foto Fazil

LHOKSEUMAWE - Universitas Malikussaleh (Unimal) bekerja sama dengan SKK Migas, BPMA, Zaratex N.V., dan Triangle Pase Inc., menggelar seminar publik di Aula Meurah Silue Kampus Pascasarjana, Lhokseumawe, Senin, 8 April 2019. Seminar publik itu mengangkat tema “Sinergitas BPMA dengan Pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Mendorong Percepatan Investasi Hulu Migas di Aceh”.

Seminar itu menampilkan pemateri Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Radhi Darmansyah, Deputi Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, External Relation Specialist Zaratex N.V., Mardy Gaharu, dan Sakti Alamsyah dari Triangle Pase Inc.

Turut hadir Plt. Kepala BPMA, Dr. Azhari Idris, Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. Hafifuddin, Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rizal Syahyadi, Pimpinan Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, Nur Sa’adah, pihak PT PHE NSB dan sejumlah undangan lainnya. Seminar itu diikuti mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe, IAIN Lhokseumawe, dan Unimal.

Rektor Unimal, Dr. Herman Fithra, mengatakan, seminar ini untuk mengedukasi para mahasiswa atau generasi penerus bangsa yang konsentrasi di dunia migas. Sehingga mereka mendapat pemahaman bagaimana mekanisme kerja dari SKK Migas dan BPMA serta terkait pengembangan migas ke depan.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa setelah berakhirnya operasi Kilang Arun LNG beberapa tahun lalu, Aceh sudah tampak sepi dari perkembangan industri. Namun pihak BPMA juga melihat di mana nantinya pada tahun 2027 Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh akan berakhir. Maka mereka menilai untuk pembiayaan Aceh harus dicari sumber lainnya dan salah satunya adalah menggali potensi migas yang ada," kata Herman Fithra kepada para wartawan di sela-sela seminar tersebut.

Menurut Herman, berdasarkan hasil diskusi pihaknya dengan SKK Migas bahwa hasil survei awal memperlihatkan di Blok Andaman III lepas pantai Aceh, ditemukan cadangan migas, yang kandungannya hampir menyamai era Blok Migas Aceh dikelola Mobil Oil Indonesia dengan operator pengolahan LNG, PT Arun. "Kabarnya dalam waktu dekat akan dilakukan pengeboran untuk melihat berapa besar kandungannya," ujar dia.

"Apabila ke depan BPMA dan kegiatan investasi migas tersebut berjalan dengan baik, maka mahasiswa kita nantinya akan diberi kesempatan besar untuk berkiprah di dunia industri migas. Jadi, kita harapkan agar ke depan mereka bisa menguasai ilmu migas,” ujar Herman.

Herman menambahkan, Unimal sudah melakukan MoU dengan BPMA berkenaan hal tersebut. Kata dia, jika nantinya dibutuhkan tenaga kerja maka BPMA mengutamakan putra daerah. “Karena ke depan akan membutuhkan banyak tenaga kerja untuk melakukan pengeboran dan lainnya,” kata Rektor Unimal.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.