12 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Unimal, PHE, SKK Migas dan BPMA Bahas Migas Center

...

  • Fazil
  • 20 September 2019 12:30 WIB

Rektor Unimal dan pihak PT PHE, SKK Migas Sumbagut dan BPMA berfoto bersama usai pertemuan di Kampus Bukit Indah, 19 September 2019. Foto: istimewa
Rektor Unimal dan pihak PT PHE, SKK Migas Sumbagut dan BPMA berfoto bersama usai pertemuan di Kampus Bukit Indah, 19 September 2019. Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Herman Fithra, menyatakan pihaknya siap membangun Migas Center di Kampus Bukit Indah Lhokseumawe.

Kesiapan Unimal itu disampaikan Herman Fithra dalam pertemuan dengan Field HR & General Support Superintendent PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB-NSO, Armia Ramli, Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegitan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagut, Maysani Putri Folia dan Fawaid Darsyah, Humas Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Zulfikar. Pertemuan dipandu dosen Unimal, Ayi Jufridar, itu berlangsung di Kampus Bukit Indah, Kamis, 19 September 2019.

Rektor Unimal, Herman Fithra, dihubungi portalsatu.com, Kamis malam, menyebutkan, pertemuan itu membahas kesiapan Unimal membangun Migas Center. “Artinya, akan didirikan Pusat Informasi dan Edukasi tentang Migas dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Herman menyebutkan, pihaknya turut mengajak perwakilan PHE, SKK Migas Sumbagut dan BPMA melihat calon lokasi dibangunnya Migas Center di Kampus Bukit Indah itu. “Jadi, Unimal bersedia membangun Migas Center, karena lahan sudah ada. Ke depan diharapkan ini sejalan dengan program Unimal untuk melahirkan Prodi Teknik Perminyakan. Kemudian, juga sejalan dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, jadi untuk jangka panjang bisa dimanfaatkan (Migas Center) oleh masyarakat maupun perguruan tinggi di Aceh, tidak hanya Unimal," katanya.

Menurut Herman, direncanakan pada awal Oktober 2019 akan dilakukan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) antara Unimal dengan PT PHE NSB-NSO, didukung SKK Migas dan BPMA, terkait pembangunan Migas Center tersebut.

Sementara itu, Field HR & General Support Superintendent PHE NSB-NSO, Armia Ramli, melalui stafnya Teuku Fachrizal, dikonfirmasi portalsatu.com via WhatsApp, mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Rencana pembentukan Migas Center atas kerja sama PHE NSB-NSO dan Unimal serta dukungan SKK Migas dan BPMA ini merupakan bukti komitmen perusahaan untuk pengembangan kapasitas mahasiswa, pelajar dan masyarakat Aceh Utara, Lhokseumawe dan Provinsi Aceh secara umum,” ujarnya. 

Dalam siaran pers diterima portalsatu.com, Zulfikar dari BPMA, menyebutkan proses industri migas di seluruh dunia tidak banyak berubah, tetapi teknologinya yang terus berkembang. Dia mengharapkan Migas Center bisa membangun miniatur teknologi migas tersebut. “Pada prinsipnya, BPMA sudah menyetujui Migas Center di Universitas Malikussaleh,” tegasnya.

Humas SKK Migas Sumbagut, Fawaid Darsyah, juga berpendapat sama. Menurut dia, Migas Center di Unimal menjadi Migas Center kelima di Indonesia setelah Riau, Batam, Universitas Andalas Padang, dan Universitas Sumatera Utara.

Mindset masyarakat awam yang bekerja di migas hanya orang teknik, padahal tidak. Migas terbuka bagi semua orang, semua disiplin ilmu seperti akuntansi, hukum, dan pemasaran,” ujar Fawaid.

Dia mengharapkan, Migas Center di Unimal bisa disesuaikan temanya dengan sejarah migas di Aceh, terutama kejayaan PT Arun. “Ini juga yang menjadi argumen USU Medan karena industri migas di Indonesia berawal di Talaga Said di Sumatera Utara,” ungkap Fawaid didampingi Maysani Putri Folia dari Humas SKK Migas Sumbagut.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.