23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Usamah: Pendidikan Dayah Bagian dari Peradaban dalam Menjawab Tantangan Zaman

...

  • PORTALSATU
  • 09 September 2019 16:50 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, mengatakan dayah merupakan lembaga pendidikan tertua di nusantara. Kiprah dan kontribusi sistem pendidikan dayah sudah eksis dalam mentransfer ilmu kepada masyarakat sebelum adanya pendidikan formal seperti sekarang ini. 

"Pendidikan dayah-dayah berawal dari sudut-sudut masjid hingga dayah mempunyai tempatnya sendiri. Untuk itu bukanlah sesuatu yang mustahil jika perguruan tinggi nantinya melahirkan metode belajarnya adalah berbasis dayah," kata Usamah El-Madny saat memberikan kuliah umum di STAI Tgk. Chik Pante Kulu dengan tema “Menata perguruan tinggi berbasis dayah dan kearifan lokal” di kampus itu di Banda Aceh, Senin, 9 September 2019.

Usamah menjelaskan, kehadiran alim ulama di tengah-tengah masyarakat merupakan kebutuhan mutlak. Hal ini dikarenakan ulama sangat berperan dalam mentransmisikan dan mengaktualisasikan ajaran agama sejalan dengan perkembangan zaman. Apalagi dalam masyarakat Aceh, alim ulama berpengaruh besar dalam mengarahkan kehidupan keagamaan masyarakat. 

“Peran ulama dalam kenyataannya tidak dapat diasingkan dari perkembangan masyarakat yang terus berubah. Ini juga soal tuntutan kualitas keulamaan yang sesuai dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita semua memperkuat lembaga perguruan tinggi dimana proses belajarnya berbasis dayah, yaitu mengkaji kitab-kitab seperti yang diajarkan di dayah,” ujar Usamah.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan bermacam fasilitas kehidupan yang memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. "Arus informasi yang begitu cepat kita khawatirkan dapat mempengaruhi peradaban bangsa.  Sebuah bangsa itu identik dengan menjaga peradabannya. Sebuah komunitas bila dikatakan atau diakui sebuah bangsa itu memiliki peradaban".

“Ada beberapa catatan Antropolog Ibnu Khaldun dimana sebuah bangsa hancur karena hilangnya peradaban. Peradaban identik dengan personal identity dan sebuah jati diri sebuah bangsa. Eksistensi sejarah di Aceh akan ditopang kuat oleh fakta-fakta, begitu juga sebaliknya yaitu eksistensi sebuah peradaban bangsa akan lemah jika ditopang oleh mitos-mitos. Kita punya peradaban besar dimana memiliki fakta sejarah. Akan tetapi sejarah itu terus menerus akan kehilangan jati dirinya jika tidak dirawat, sehingga menjadi sebuah mitos bagi anak cucu kita,” ujar Usamah.

Untuk menjawab tantangan zaman itu, kata Usamah, kalangan akademisi yang berasal dari dayah sangat perlu membuat perguruan tinggi yang berbasis dayah. Tujuannya agar dapat melahirkan kader ulama cendikiawan yang memiliki kemauan dan kemampuan akademik, terbuka, bertanggung jawab dalam memberi fatwa keagamaan sesuai dengan tantangan zaman yang dihadapi. 

“Ini juga sebagai upaya spiritualisasi masyarakat modern agar tidak mengalami kehampaan moral dan mental secara terus menerus,” tuturnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.