22 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Kemenpar Gelar Bimtek Pengembangan Wisata Religi dan Budaya
Direktur Poltekpar Palembang: Potensi Wisata Lhokseumawe Cukup Besar, Mau Dijadikan PAD atau Tidak?

...

  • Fazil
  • 09 April 2019 17:00 WIB

Foto: Fazil
Foto: Fazil

LHOKSEUMAWE - Kementerian Parawisata Republik Indonesia melalui Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar bimbingan teknis pengembangan wisata religi dan budaya di Kota Lhokseumawe. Bimtek itu berlangsung di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa, 9 April 2019. Direktur Poltekpar Palembang menyebut potensi wisata di Lhokseumawe cukup besar, mau dijadikan penghasil PAD atau tidak oleh pemko setempat?

Poltekpar Palembang merupakan kampus negeri di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memiliki kewajiban Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan bimtek merupakan satu di antaranya.

Materi bimtek tersebut diisi Direktur Poltekpar Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, anggota DPR RI, Drs. H. Anwar Idris, Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi dan Seni Budaya Kemenpar RI, Punto Wijayanto dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli, S.Ag., M.Pd. 

Bimtek itu melibatkan sejumlah komunitas peduli wisata, di antaranya praktisi keparawisataan, mahasiwa, Dinas Parawisata Kota Lhokseumawe, akademisi, duta wisata, dan pihak terkait lainnya.

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, mengatakan, bimbingan teknis itu diberikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Lhokseumawe mengenai pengembangan sebuah destinasi, bahwa pengembangan itu harus memiliki tiga elemen dasar. Untuk itu, pihaknya dari Kemenpar melalui Poltekpar Palembang bertugas untuk memberikan pemahaman terhadap sebuah destinasi, di mana destinasinya dibangun dari tiga hal mendasar, yakni aspek atraksi, aspek aksesibilitas, dan aspek amenitas.

"Ketiga hal itulah yang dibahas dalam bimtek tersebut. Bagaimana aksesibilitas menuju Kota Lhokseumawe baik itu melalui jalur darat, laut dan udara. Ternyata setelah didiskusikan berkenaan itu bahwa untuk menuju kota ini (Lhokseumawe) masih bisa dicapai melalui darat dan udara, belum ada via laut," kata Zulkifli Harahap kepada portalsatu.com usai bimtek tersebut.

Kemudian, lanjut Zulkifli, dari aspek amenitasnya itu bermacam-macam. Di antaranya, ada akomodasi, sarana makan, tempat penginapan (hotel). Kata dia, berdasarkan kajian yang dilakukan dengan pihak dinas terkait di kota ini bahwa menurut mereka dari segi aspek amenitas itu sudah cukup memadai. "Sekarang aspek atraksinya, itu tadi juga dibahas bagaimana kita membuat paket wisata untuk datang ke Kota Lhokseumawe, dan termasuk paket wisata religi di dalamnya," ungkapnya.

Zulkifli melanjutkan, inilah yang harus dilakukan dengan direncanakan di dalam menyusun sebuah paket wisata tersebut. Menurutnya, potensi wisata di Kota Lhokseumawe cukup besar, ada beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di kota ini dan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

"Tinggal sekarang pemerintah daerah fokus di dalam pengembangan parawisatanya, apakah objek wisata itu akan dijadikan penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Lhokseumawe atau bukan. Ini perlu komitmen bersama-sama baik itu dari pihak DPRK, akademisi, birokrasi, praktisi parawisata, media, semuanya harus bersatu padu, sehingga jelas PAD yang dihasilkan itu bersumber dari hasil parawisata tersebut," ujar Zulkifli.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.