15 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


[FOTO] Artefak Saat Penggalian Jalur Kereta Listrik Bawah Laut Marmaray

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 24 February 2016 23:50 WIB

@Adil Yurtkuran/Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT)
@Adil Yurtkuran/Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT)
@Adil Yurtkuran/Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT)
@Adil Yurtkuran/Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT)

Marmaray calismalari sirasinda yapilan kazilarda ortaya cikartilan roma ve bizans buluntulari. (Artefak yang ditemukan sewaktu kerja konstruksi Marmaray, Istanbul, Turki). Artefak itu kini disimpan di dua museum, yakni di Yenikapi dekat stasiun Marmaray, satu lagi di Darphane.

Marmaray adalah kereta api listrik bawah laut yang membelah Selat Bosporus, menghubungkan Asia dan Eropa di Laut Marmara, diresmikan pada tahun 2013, saat Recep Tayyip Erdogan Perdana Menteri Turki dan Abdullah Gül presiden.

Proyek yang dimulai sejak 2004 ini sempat terhenti beberapa tahun akibat penemuan artefak kuno pada saat penggalian terowongan. Konon, benda arkeologi ini adalah peninggalan zaman Byzantium 8.500 sampai 2.500 tahun lalu. Setelah semua rtefak diangkat dan dimuseumkan dengan baik, pembangunan dilanjutkan.

Marmaray adalah mimpi rakyat Turki sejak tahun 1876 di masa Sultan Abdul Mecit II. Lebih dari 150 tahun lalu, Sultan pada masa Turki Utsmani ini bermimpi suatu saat akan ada kereta (terowongan) api bawah laut di Selat Bhosporus yang menghubungkan Asia dan Afrika.

Penerusnya, Sultan Hamid yang memerintah pada 1922-1924 kemudian pernah membuat sketsanya. Tapi sampai pada akhir kesultanan ide ini tidak terwujud. Pada masa Perdana Menteri Erdogan, jalur mahal bahwah laut itu terwujud.

Kereta api bawah laut ini panjangnya 13,6 kilo meter, mampu mengangkut 75.000 orang per jam atau 1,5 juta orang per hari. Menangani sekitar 20 persen lalu lintas mobil di Istanbul yang berpenduduk 15 juta orang.

Foto-foto direkam pada Januari 2016. @Adil Yurtkuran/Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT)

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.