23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jadi Food Vlogger Ternyata Enggak Gampang, Ini Kata Tanboy Kun

...

  • OKEZONE
  • 09 April 2019 14:00 WIB

Tanboy Kun, Food Vlogger (Foto: Instagram)
Tanboy Kun, Food Vlogger (Foto: Instagram)

PEOPLE judge book by it’s cover, tidak bisa dimungkiri memang kebanyakan orang cenderung menilai sesuatu atau orang dari tampilan luar.

Termasuk soal profesi salah satu contohnya. Tahu dong sekarang yang namanya vlogger atau juga biasa disebut Youtuber telah menjadi sebuah profesi, yang dijalankan secara professional bahkan bisa dibilang menghasilkan pendapatan materi yang menggiurkan.

Mendengar pekerjaan sebagai Youtuber, sebagian besar orang menilai bahwa pekerjaan satu ini begitu gampang untuk dilakukan. Tinggal merekam sebuah tayangan video, berbicara di depan kamera, Voila! Uang pun bisa langsung masuk ke kantung.

Padahal nyatanya sama seperti jenis pekerjaan lain, pekerjaan satu ini juga membutuhkan kerja keras dan determinasi kuat di belakangnya. Seperti penuturan salah satu food vlogger ternama Indonesia, Tanboy Kun alias Bara Ilham.

Sebagai food vlogger, Youtuber yang mengkhususkan diri untuk konten ‘Mukbang’, menyantap hidangan dalam jumlah porsi besar dan dalam waktu singkat, Bara mengungkapkan banyak orang menilai pekerjaan yang ia lakukan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan padahal nyatanya, di belakang itu banyak kerja keras yang ia harus lakukan.

“Enggak gampang sebetulnya bikin konten itu, enggak seenteng yang banyak orang bilang. Tinggal makan-makan, icip-icip enak, terus langsung dapat uang. Di balik itu tetap banyak kerja keras, misalnya dari mulai mempersiapkan konsep konten video, setting makanannya, sampai rutin olahraga agar tubuh saya tetap terjaga kesehatannya. Saya makan banyak, ini rutin olahraga kardio setiap hari setidaknya tiga jam,” papar Bara saat ditemui Okezone belum lama ini di Yogyakarta.

Lebih lanjut, pria yang berkuliah ilmu akutansi ini menerangkan salah satu tantangan yang harus ia hadapi ialah soal kemampuan public speaking, atau berbicara di depan publik. Bara menyebutkan, di balik tayangan video berdurasi hanya beberapa menit, nyatanyaproses pengambilan gambar bisa dilakukan berjam-jam.

“Di balik video yang hanya lima atau sepuluh menit, itu kita set-up nya berjam-jam. Kendala lainnya juga banyak, misalnya ngomong di depan kamera itu enggak mudah. Kadang narasi sudah hafal, tapi tetap saja bisa tiba-tiba blank. Di balik video yang terlihat ngomongnya lancar, mungkin ada 100 kali take yang gagal. Jadi ya harus sabar dan mengakrabkan diri dengan kamera,” tambahnya.

Terakhir Bara juga menegaskan soal tantangan perihal disiplin diri, karena kembali lagi profesi satu ini dijalani dengan konsep bahwa yang menjadi bos tertinggi adalah diri sendiri.

“Kita itu dituntut untuk selalu bisa kreatif, kalau bukan kita yang mikir siapa lagi. Bos nya kita sendiri, jadi kita sendiri yang bikin mood nya. Memang harus disiplin sama diri sendiri, kalau males ya bakal gitu-gitu saja enggak ada perkembangan,” pungkas pria yang sudah memiliki pengikut lebih dari 2,5juta di Youtube ini.[]Sumber:okezone.com

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.