22 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keutamaan Memberi Utang pada Orang yang Membutuhkan

...

  • DREAM
  • 15 April 2019 22:30 WIB

Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)

Islam tidak sebatas mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya atau hanya melulu soal ibadah. Agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW ini juga mengatur hubungan sosial antar-manusia, terutama berkaitan dengan ekonomi.

Ada sekian transaksi yang diatur dalam Islam. Salah satunya adalah masalah utang piutang.

Utang merupakan pengalihan hak penggunaan benda (bisa uang atau barang) dari pemilik kepada penerima. Sementara penerima terkena kewajiban mengembalikan benda yang diterima kepada pemiliknya sesuai padanannya, baik nilai atau jenis bendanya.

Utang juga bisa menjadi sarana seseorang berbuat baik. Apalagi jika utang diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Dikutip dari Bincangsyariah.com, Islam membolehkan transaksi utang piutang. Bahkan si pemberi utang kepada mereka yang sangat membutuhkan dianggap mendapat keutamaan tersendiri.

Diganjar Pahala Berlipat

Si pemberi utang diganjar pahala berlipat. Sebab, utang yang dia berikan dapat dimaknai sebagai jalan untuk memberikan bantuan.

Hal ini seperti tercantum dalam firman Allah dalam Surat Al Hadid ayat 11.

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."

Imam Qurtubi dalam Al Jami' Al Ahkammenafsirkan ayat ini dengan menjelaskan lafal qardh (pinjaman) dipakai untuk pendekatan kepada orang-orang dengan apa yang mereka pahami.

Dalam memahami ayat di atas, Imam Qurtubi menyamakan pemberian orang mukmin kepada sesamanya di dunia dengan ganjaran yang didapat di akhirat kelak.

Lebih Baik Daripada Bersedekah

Memberikan utang kepada orang yang membutuhkan dihitung sebagai amalan baik. Sehingga Allah memberikan ganjaran yang setimpal.

Bahkan, seseorang yang memberi utang kepada saudaranya dipandang jauh lebih baik daripada sedekah. Sebab, utang bisa diberikan kepada orang kaya maupun miskin apalagi yang sangat membutuhkan.

Hal ini seperti dijelaskan Rasulullah Muhammad SAW dalam salah satu hadisnya.

"Rasulullah bersabda, 'Ketika di-israkan kulihat tulisan di pintu surga, “Sedekah itu dilipatkan sepuluh kali lipat. Sedang memberi satu utang dilipatkan delapan belas kali”. Aku bertanya, "Wahai Jibril, mengapa sedekah ini digandakan sepuluh kali, dan utang menjadi delapan belas kali?" Jibril menjawab, karena sedekah bisa terjadi pada orang kaya dan orang fakir. Sedangkan hutang tidak terjadi kecuali pada orang yang membutuhkannya."

Penulis: Ahmad Baiquni.[]Sumber: dream.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.