23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Kakek-Nenek Penjual Teh asal India yang Berhasil Keliling Dunia

...

  • KUMPARAN.com
  • 09 February 2019 22:00 WIB

Vijayan bersama keluarga di kedai teh miliknya, Cochin, India. Foto: Khiththati/acehkini
Vijayan bersama keluarga di kedai teh miliknya, Cochin, India. Foto: Khiththati/acehkini

Vijayan dan Mohana, pasangan kakek nenek asal India ini melakukan perjalanan keliling dunia dari hasil berjualan teh. Kisah mereka sempat viral di media sosial, Aceh Kini menemuinya di India pada akhir pekan lalu. Pasangan yang berasal dari Cochin, Ibu Kota Negara Bagian Kerala, India, ini berhasil mewujudkan mimpi mereka untuk melihat keindahan di 23 negara. Mereka telah menikah lebih dari 45 tahun, memiliki kedai teh kecil di pinggiran Kota Cochin. Kedai ini diberi nama Sree Balaji Coffee House. Setiap harinya, ada lebih dari 300 orang yang singgah di kedai mereka untuk menikmati teh sambil menyantap gorengan. Setelah kisah pasangan ini viral di media sosial, pengunjung kedai mereka semakin bertambah banyak. “Saya sudah mendengar kisah mereka sejak lama,” kata Nihal, mahasiswa India saat ditemui di Cochin, pekan lalu.

“Mereka menjadi contoh bagi kami anak muda di sini untuk juga berjuang demi mewujudkan mimpi, teh yang dijual juga enak,” tambah mahasiswa Universitas Kerala ini.

Dinding dalam Sree Balaji Coffee House penuh dengan foto-foto momen mereka berkeliling dunia. Terdapat pula pajangan uang-uang dari berbagai negara, peta dunia, dan kliping koran tentang kisah mereka. Juga ada beberapa jam dinding yang menunjukkan waktu berbeda di setiap negara. “Saya melihat pasangan ini di media, jadi ingin juga kemari saat liburan di selatan India,” ungkap Sudha, salah seorang pengunjung dari Hongkong. “Pasangan ini ramah, saya dan keluarga sempat berfoto-foto tadi, tehnya juga enak, dibuat dan diantar sendiri oleh istrinya,” sambungnya. Sudah sejak 56 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1967, Vijayan yang hobi travelling ini pantang menyerah mengumpulkan uang untuk meraih mimpinya dengan berjualan teh di jalanan Cochin. Destinasi favorit mereka, kata Vijayan, adalah Swiss, New York, dan Singapura. Mereka juga sudah menjelajah hampir semua negara di Amerika Latin termasuk Brazil, Peru, Argentina, dan Chile.

Target mereka selanjutnya adalah Greenland di Norwegia, Swedia, Belanda, dan Denmark. Mereka mempelajari peta dan daerah tujuan sebelum berangkat. “Mungkin tahun ini kami akan ke Bali, Indonesia,” ujar Mohana sambil tersenyum. Hasil penjualan inilah yang menjadi pemasukan satu-satunya bagi mereka untuk keliling dunia. Harga teh di India tidak mahal, namun mereka menyimpan uang dengan cerdas. Setiap harinya, pasangan yang sudah berumur 70 tahun lebih ini menyisihkan 300 Rupee atau sekitar Rp 66.000. Uang yang mereka keluarkan dibatasi bahkan saat berlibur.Vijayan dan istrinya sendiri yang mengelola kedai tanpa pekerja. Sesekali mereka dibantu oleh anaknya. “Kami mengerjakan semuanya sendiri tanpa pekerja, kami membuat dan menyajikan,” tutur Vijayan. Gaya hidup di kota tujuan yang tidak terprediksi, mereka mengambil pinjaman di bank sebagai dana tambahan. Memerlukan tiga tahun setelah selesai berwisata untuk membayar lunas pinjaman tersebut. Ini menjadi rutinitas mereka setiap berwisata. “Ini tidak mengapa, karena mendekatkan kami pada mimpi,” ungkap Vijayan.

Katanya, perjalanan mereka keliling dunia merubah pola pikir dan cara memandang hidup. “Life is Beautifull and we enjoy,” ujar Vijiyan. “Never give up on your dream,” pungkasnya.[]Sumber:kumparan

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.