22 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Konflik Singapura-Malaysia Gara-gara Klaim Pedagang Kaki Lima

...

  • PORTALSATU
  • 05 April 2019 14:10 WIB

Ilustrasi kawasan jajan Singapura (ROSLAN RAHMAN / AFP)
Ilustrasi kawasan jajan Singapura (ROSLAN RAHMAN / AFP)

Pedagang makanan kaki lima yang terkenal di Singapura atau Hawker Street diajukan dalam daftar yang diajukan untuk pengakuan ke PBB sebagai langkah perlindungan budaya lokal.

Warga Singapura membela pencalonan tersebut setelah langkah perlindungan budaya lokal ini memicu bentrokan kuliner lintas batas dengan Malaysia. 

Tak dimungkiri kalau Singapura memang menjadi rumah dari sekian banyak pedagang makanan kaki lima yang menyajikan hidangan seperti nasi ayam Singapura, mi, dan makanan lainnya yang murah. 

Di tahun lalu, Singapura mengumumkan bahwa mereka menominasikan budaya jajanan (kaki limanya) untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Jika diakui maka Singapura, penjaja kaki lima ini akan terdaftar bersama dengan masakan tradisional lainnya dari Jepang dan bir Belgia. 

Para pejabat juga berharap kalau pencalonan ke UNESCO ini akan mendorong generasi muda untuk lebih terlibat dalam bisnis makanan jalanan. 

Mengutip AFP, langkah tersebut memicu kemarahan di pihak Malaysia. Malaysia mengklaim bahwa mereka juga memiliki penjual makanan kaki lima yang serupa dengan Singapura. Malaysia mengklaim kalau miliknya jauh lebih unggul dibanding Singapura. 

"Ini bukan tentang negara-negara yang berusaha membuktikkan bahwa praktik budaya mereka lebih baik, unik, atau berasal dari negara itu," kata pejabat senior National Heritage Board Yeo Kirk Siang. 

Dia menambahkan bahwa keinginan pencalonan penjaja kaki lima Singapura ini tidak bertujuan untuk membuktikan bahwa makanan jalanan di kota itu lebih baik daripada negara lainnya. 

"Ini adalah tentang nominasi apakah praktik budaya dihargai oleh masyarakat di negara itu. Dan apakah mereka berkomitmen untuk menjaga praktik-praktik ini di negara mereka."

Singapura dan Malaysia telah memiliki hubungan yang tajam sejak adanya masalah di tahun 1960-an. Namun kemarahan benar-benar mendidih ketika datang ke makanan, tentang asal hidangan tertentu, mana yang terbaik, dan sering menjadi perdebatan sengit. 

Namun, pencalonan Singapura ke UNESCO ini akan terjawab pada akhir tahun 2020.[]Sumbercnnindonesia.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.