26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Museum Islam Samudra Pasai Dibuka Juni 2019, Apa Saja Isinya?

...

  • Fazil
  • 22 May 2019 13:45 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

ACEH UTARA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara akan membuka Museum Islam Samudra Pasai di Gampong Beringen, Kecamatan Samudera, untuk kunjungan masyarakat pada Juni 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Nurliana, kepada portalsatu.com, Rabu, 22 Mei 2019. Ia mengatakan, selama ini pihaknya sedang melakukan pembenahan dan direncanakan museum akan dibuka secara resmi pada Juni (usai lebaran) nantinya. 

"Jadi, membenahi museum itu tidak gampang, karena harus mempunyai nilai story museum. Dalam menata semua koleksi di sini atau Museum Islam Samudera Pasai ada alur ceritanya, maka selama dalam beberapa bulan ini kita sibuk membuat caption, dan deskripsinya untuk melengkapi koleksi tersebut agar ada informasi atau keterangan maupun cerita secara jelas, ujarnya.

"Karena ketika masyarakat berkunjung ke Museum Samudra Pasai ini ada suatu koleksi tetapi tidak ada informasi, sehingga mereka tidak mengetahui seperti apa kisah dari kerajaan tersebut, dan hanya berlalu tanpa kesan begitu. Sedangkan museum ini merupakan suatu wadah edukasi dan relaksasi," kata Nurliana.

Begitu nantinya museum itu dibuka, lanjut Nurliana, jika sudah fix atau memperbaiki dengan koleksi dan captionnya, di sini akan ada kegiatan belajar bersama di Museum Samudra Pasai untuk anak-anak sekolah yang didatangkan ke museum. Oleh karena itu, selama ini pihaknya sedang menata supaya nantinya saat dibuka secara resmi museum itu menjadi pusat informasi edukasi dan penelitian.

"Kalau ada yang belum lengkap, silakan para peneliti sejarah untuk meneliti dan bersama-sama melengkapinya. Itu tugasnya terlebih dahulu, dan selepas lebaran Idul Fitri nanti Insya Allah kita akan meresmikan museum ini sehingga masyarakat semua dapat mengunjungi untuk melihat apa saja isi di dalam Museum Samudra Pasai dan bisa belajar di sini," ujar Nurliana.

Sedangkan untuk koleksinya, kata Nurliana, ada dari filologika atau naskah-naskah manuskrip dari zaman kuno. Kemudian ada numismatika atau mengumpulkan berupa mata uang. Selain itu, kata dia, ada etnografika dan itu banyak yaitu berupa perhiasan, senjata tajam, pakaian, alat rumah tangga, alat pencaharian.

 "Jadi koleksi benda bersejarah Kerajaan Samudra Pasai di sini (museum) sudah mencapai 300 lebih, meskipun ada sebagian sama dan terkadang bentuknya berbeda. Ada juga pihak yang menitipkan koleksi di Museum Samudra Pasai yang bukan milik kita, namun tidak masalah karena bisa ditunjukkan kepada masyarakat yang berkunjung ke museum," ungkapnya.

Nurliana menambahkan, dengan adanya museum tersebut diharapkan masyarakat bisa termotivasi untuk mengunjungi guna melihat benda peninggalan sejarah. Kata dia, selama ini pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) untuk bersama-sama meneliti atau melengkapi data sejarah di Aceh Utara, karena Museum Samudra Pasai itu merupakan milik bersama.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.