26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Dana Otsus 2019
Pembangunan Ekonomi Bidang Ternak Kambing Rp500 Juta Untuk Dayah Ini

...

  • Fazil
  • 12 June 2019 20:00 WIB

Dayah Madinatuddiniyah Babul Huda Gampong Meuria Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Foto Fazil/portalsatu
Dayah Madinatuddiniyah Babul Huda Gampong Meuria Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Foto Fazil/portalsatu

LHOKSUKON – Pemerintah Aceh Utara mengalokasikan anggaran senilai Rp500 juta dalam APBK tahun 2019 bersumber dari dana Otonomi Khusus untuk pembangunan ekonomi bidang ternak kambing kepada Dayah Babul Huda Gampong Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron. Menurut pimpinan dayah tersebut, bantuan dimaksud sampai saat ini belum direalisasikan.

Data diperoleh portalsatu.com, Rabu, 12 Juni 2019, dalam buku APBK Aceh Utara tahun 2019 pada Dinas Pendidikan Dayah terdapat program pemberdayaan santri/pembinaan kegiatan ekstra kurikuler santri dayah bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

“Belanja hibah barang atau jasa yang akan diserahkan kepada masyarakat/pembangunan ekonomi dayah bidang ternak kambing Dayah Babul Huda Gp. Meuria Kecamatan Syamtalira Aron, 1 keg (kegiatan, red) 500.000.000 (Rp500 juta, red),” demikian tertulis dalam buku APBK Aceh Utara 2019.

Menurut sumber portalsatu.com, usulan belanja hibah barang yang akan diserahkan kepada masyarakat/pembangunan ekonomi bidang ternak kambing untuk Dayah Babul Huda itu juga dicantumkan dalam dokumen kesepakatan kegiatan dana Otsus 2019 antara Pemerintah Aceh Utara dan Pemerintah Aceh. Sebelum masuk ke kesepakatan itu, kata satu sumber, data usulan kegiatan ada di Bappeda Aceh Utara dan Dinas Pendidikan Dayah yang ikut mengusulkan, menyusun serta membahasnya dengan Bappeda Aceh.

Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babul Huda Gampong Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron, Tgk. Fauzi Ilyas, mengatakan pihaknya mengajukan usulan bantuan ternak kambing kepada Pemerintah Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan Dayah pada tahun 2018 lalu dengan jumlah dana sekitar Rp500 juta untuk pemberdayaan ekonomi dayah ini. Informasi ia terima sebelumnya, bantuan tersebut akan direalisasikan usai Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu realisasi bantuan hibah tersebut.

“Pengajuan pemberdayaan ekonomi dayah, baru kali ini kita lakukan pada tahun 2018 lalu (untuk dibantu dengan anggaran tahun 2019). Semoga bantuan itu bisa diterima sebagaimana yang diharapkan. Menurut informasi, dayah ini akan mendapatkan bantuan ternak kambing sekitar 100 ekor, tetapi sejauh ini kami belum menerima bantuan itu,” ujar Tgk. Fauzi Ilyas ditemui portalsatu.com di dayah itu, Rabu siang.

Tgk. Fauzi menjelaskan, untuk lokasi peternakan kambing, pihaknya memiliki lahan yang berada di samping bangunan dayah ini. "Luas lahan untuk peternakan itu sekitar satu petak sawah, pokoknya cukuplah untuk dibangun kandang kambing tersebut. Tapi detail luasnya berapa meter persegi itu saya kurang tahu," katanya.

“Tapi kandang kambing tersebut belum dibuat karena dana bantuan belum keluar. Karena untuk pembuatan tempat peternakan itu semua kebutuhan segala macam sumber anggaran dari dana yang sudah diajukan tersebut,” ujar Tgk. Fauzi.

Menurut Tgk. Fauzi, apabila nantinya sudah diterima bantuan, dewan guru bersama santri yang akan mengurus peternakan kambing tersebut. “Pengajuan bantuan ternak itu bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi dayah, maka yang mengurus ternak itu nantinya secara bersama-sama, santri dan dewan guru,” katanya.

Dia menyebutkan, dayah ini didirikan pada tahun 2009. Jumlah santri yang mondok di dayah ini sekitar 70 orang, semuanya laki-laki. Sementara jumlah dewan guru lebih kurang 20 orang. “Insya Allah ke depan juga akan diterima santri perempuan. Fokus kita di sini hanya untuk pesantren, tidak ada sekolah,” ujar Tgk. Fauzi.

"Kita berharap bantuan ternak yang sudah kita ajukan itu dapat terealisasikan untuk kelancaran dalam pemberdayaan ekonomi dayah. Artinya, bisa lancar dari segi proses belajar mengajar dan tidak ada hambatan bagi dewan guru. Begitu pula para santri, bagi yang memang terhimpit ekonomi tidak perlu pulang ke kampung halamannya, dapat terbantu sedikit dengan adanya bantuan tersebut," ucap Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babul Huda itu.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Abdullah Hasbullah, dihubungi portalsatu.com lewat telepon seluler, Rabu sore, mengatakan pembangunan ekonomi bidang ternak kambing untuk dayah tersebut merupakan kegiatan swakelola, sehingga tidak melalui tender. “Saya baru masuk kantor hari Senin, tiga hari lalu (setelah cuti lebaran). Besok (Kamis), saya akan rapat di kantor membahas proses pencairan belanja hibah untuk dayah itu sesuai mekanisme yang berlaku. Insya Allah, kegiatan ini akan segera dilaksanakan, mungkin paling telat Juli 2019,” ujar Abdullah Hasbullah yang dilantik menjadi Kadis Pendidikan Dayah pada 24 Mei 2019. 

Abdullah Hasbullah mengaku baru dapat memberikan penjelasan lebih detail setelah menggelar rapat dengan jajarannya yang membidangi kegiatan tersebut.[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.