21 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perhatikan 8 Permainan ini untuk Perkembangan Mental dan Fisik!

...

  • portalsatu.com
  • 11 February 2019 15:00 WIB

 

Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa para sahabat Nabi Muhammad SAW juga menyukai permainan dan bergurau. Bahkan mereka pernah saling melempar semangka, tetapi dalam kondisi yang serius mereka adalah para lelaki yang hebat. Demikian kata Imam Bukhari dalam Adabul Mufrid (Abd. Nashih Ulwan).

Permainan, khususnya sangat berguna bagi anak dan remaja, hanya kegiatan tersebut tidak menjadi kebiasaan saban pagi dan petang, atau menjadikan waktu terbuang percuma, apalagi samapai meninggalkan yang wajib.

Berikut ada 8 permainan yang bisa diterapkan dalam membentuk perkembangan mental, sosial dan fisik. 

Pertama, Lomba Lari. Kegiatan ini pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW bersama Aisyah RA. Maka para ulama membolehkannya pula untuk kita dan anak anak.

Kedua, Gulat. Rukanah, merupakan salah seorang yang pernah bergulat dengan Nabi Muhammad SAW, dalam tiga kali permainan ini, kesemuanya dimenangkan oleh Nabi. Bahkan Ali Bin Abi Thalib juga pernah dikalahkan oleh Baginda, padahal Ali juga termasuk yang terbaik dalam bermain gulat.

Ketiga Main Panahan. Permainan ini termasuk permainan yang secara langsung dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hanya saja Rasul mengingatatkan agar jangan sampai binatang ternak menjadi target dalam permainan ini, sepeeti kebiasaan Jahiliyah saat itu. Sebagaimana Beliau juga melarang mengadu dan menyabung antara hewan-hewan.

Keempat, Main Tombak. Hal ini mengisyarakatkan bahwa Islam memadukan antara agama dan dunia, antara ibadah dan jihad. Kegiatan main tombak ini dilakukan oleh orang Habsyah di Masjid Nabi, semntara  Aisyah RA juga menyaksikan permainan tersebut. Menurut penulis, ini sama halnya dengan bermain pedang dan jenis senjata lainnya yang dimainkan dengan tingkat stabilitas gerak  yang baik dan teratur.

Kelima, Menunggang Kuda dan berenang. Kegiatan ini dikatakan Rasul SAW sebagai permainan yang tidak melalaikan.

Keenam, Berburu. Walaupun kegiatan ini tergolong yang melalaikan, tapi masih dibolehkan dengan syarat-syarat tertentu, dengan tanpa mengabaikan kewajiban dan tidak menjadi kebiasaan yang dirutinkan, kecuali bila sebagai pekerjaan. Alat yang digunakan adalah senjata tajam, tombak, panah dan sejenisnya yang diperlukan. Bisa juga dengan binatang pemburu yang dilatih.

Ketujuh, Bermain peran. Ini biasanya dilakukan oleh anak menjelang baligh. Seperti bermain bonekaan dan sejenisnya: Sebagaimana Aisyah RA pernah melakukannya saat usianya 6 tahunan. Dalam perkembangannya dan ditilik dari usia anak, maka kegiatan ini bisa sejenis dengan bermain sosio drama, teater dan lainnya. Dengan tetap mempertimbangkan kaidah umum dalam syariah, seperti tidak bercampur antara laki dan perempuan Tidak berdandan yang berlebihan dan hal hal prinsipil lainnya.


Kedelapan, Bermain catur.
Dalam hal ini terdapat dua pendapat. Diantaranya ada ulama yang mengharamkan, seperti Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Imam Malik, Imam Hanifah dan Imam Ahmad. Pendapat kedua, condong pada halal, karena tidak sama dengan bermain dadu. dan tidak ada nash yang melarang dengan langsung. Catur tidak berkaitan dengan mengadu nasib dan permainan ini bisa sebagai latihan strategi berperang (Yusuf Qardhawi). Diantara yang membolehkan adalah, Abu Hurairah, Said bin jubair, Sain bin Musyayhab, Ibnubsirin dan Imam Syafi'i. Mereka membolehkan dengan tiga syarat, a. tidak melalalikan waktu shalat. b. tidak ada taruhan dan berjudi. c. menjaga lisan dari perkataan kotor dan tercela. Bila ketentuan ini dilanggar maka akan bermain catur menjadi haram.

Demikianlah 8 bentuk permainan yang bisa dijadikan referensi dalam keseharian, terutama saat berinteraksi dengan anak/remaja.[]


Taufik Sentana
Praktisi Pendidikan Islam
Ikatan Da'i Indonesia, Kab. Aceh Barat.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.