22 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polisi Amankan Beruang Madu yang Diperdagangkan

...

  • ANTARA
  • 15 April 2019 21:30 WIB

Polisi memperliahtkan seekor beruang madu dalam kerangkeng yang berhasil diamankan dari tindak kriminal perdagangan satwa dilindungi di Mapolres Aceh Barat, Senin (15/4/2019). Antara Aceh/ Anwar
Polisi memperliahtkan seekor beruang madu dalam kerangkeng yang berhasil diamankan dari tindak kriminal perdagangan satwa dilindungi di Mapolres Aceh Barat, Senin (15/4/2019). Antara Aceh/ Anwar

MEULABOH - Personel Polres Aceh Barat mengamankan seekor beruang madu (helarctos malayanus) dari tiga pria diduga pelaku yang memperjualbelikan satwa dilindungi tersebut.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakarsa, di Meulaboh, Senin, 15 April 2019, mengatakan penangkapan terhadap tiga tersangka tersebut dilakukan pada Sabtu (13/4) malam di sebuah kedai Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan.

"Petugas mendatangi lokasi dan menemukan, setelah dilakukan penangkapan pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Aceh Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Bobby melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Isral.

Ketiga pria itu berinisial JF (43), BL (45), ID (40) atas dugaan melakukan tindak pidana menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup.

Petugas melakukan pengembangan. Berdasarkan keterangan dari tertangkapnya ketiga pria itu, diinformasikan pula bahwa beruang madu tersebut mereka beli dari orang lain yakni berinisial MD (44) seharga Rp1,7 juta.

Kemudian petugas melakukan penangkapan MD di Desa Buket Meugajah, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. Dari pengembangan tersebut ditemukan pelaku lainnya yang menjual beruang madu seharga Rp700 ribu.

"Saat dilakukan pengembangan dari tertangkapnya MD, ternyata ia juga membeli dari orang lain atas nama inisial ID (42). Petugas juga mengamankan yang bersangkutan dan keduanya dibawa ke Polres Aceh Barar," jelasnya.

Selain menangkap pelaku dan menyita beruang madu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp1.300.000. Sementara ancaman hukum untuk perbuatan tersebut adalah penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Hal itu sesuai pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf a, UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Reporter: Anwar.[]Sumberantaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.