09 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Samalanga dan Batèë Iliëk (IV): Kota Pusat Pendidikan

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 20 January 2018 08:30 WIB

SAMALANGA sejak dulu terkenal sebagai daerah benteng bahkan hingga zaman now di segala lini. Wilayah Samalanga dilingkari oleh pegunungan, sungai dan laut. Sekian banyak sungai yang ada di wilayah Samalanga. terdapat satu sungai yang menyimpan sejarah. Sungai itu adalah Krueng Batèë Iliëk (Batee Iliek). 

Keberadaan Krueng Batèë Iliëk sebuah sungai yang membelah dua Gampong. Meurah dan Meulik. Tatanan geografisnya menunjukkan kedua Gampong tersebut berada di wilayah Kerajaan Samalanga. Krueng Batèë Iliëk merupakan tulang punggung mata pencaharian masyarakat sekitarnya.

Krueng Batee Iliek sepanjang perjalanan sejarah merupakan daerah yang tidak dilupakan masyarakat Aceh. terutama masyarakat Samalanga dan sekitarnya. Karena di sungai itu terjadi suatu peristiwa besar yaitu berperang melawan Belanda. Lebih, tepatnya di penghujung Krueng  Batee Iliek terdapat sebuah  daerah yang terkenal dan populer disebut dengan Ramieleé.

Daerah Ramieleé pada saat itu menjadi pusat kehidupan Agama Islam. Di situ berdiri sebuah dayah yang dipimpin oleh  Teungku Nyak Muda Ali (Teungku Ramieleé). Beliau dianggap karamah (keuramat/orang yang dimuliakan masyarakat dan tempat mengambil berkah/tabarruk). 

Lebih tepatnya orang suci. Belandapun mengakuinya “Batée Iliék adalah pusat keagamaan. Kubu itu dipertahankan oleh pemuda-pemuda pelajar Islam yang fanatik. Kampung itu merupakan sebuah tempat keramat. tempat tinggal ulama dengan guru-guru dan murid-murid yang mengajar serta belajar membaca Qur’an dan sama-sama fanatik menentang perluasan kekuasaan Belanda. Kubu-kubunya terletak dipuncak-puncak bukit dan di hubungkan dengan lubang-lubang perlindungan”. ( Paulvan’tVeer: 141).

Daerah Ramieleé adalah sebuah bukit yang subur di antara bukit-bukit yang melingkari Kerajaan Samalanga. Di situ terdapat tempat yang luas dan besar terdiri dari gua-gua dan batu-batu yang terbentuk dengan indah. Daerah itu dikelilingi dinding batu. Dinding batu tersebut terdiri dari batu yang tinggi dan batu bertangga-tangga. 

Seseorang berencana dan berkeinginan menaiki tangga itu, tampaklah tangga-tangga itu seperti dipahat orang. Bagaimana seluruhnya terbentuk menjadi satu kesatuan, tidaklah dapat dipastikan. Orang hanya menduga saja. Suasana di sana sangat tenang dan damai. 

Beberapa rintangan harus dilalui. sebelum orang sampai ke tempat yang indah itu. kita  harus melalui sungai dan melintasi bukit-bukit jika ingin ke Ramieleé. dan sebaiknya di musim kemarau.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.