15 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Seniman Ini Ubah Limbah Makanan Jadi Stok Makanan Darurat

...

  • DETIK
  • 24 February 2016 08:00 WIB

Foto: Popular Science
Foto: Popular Science

Tattfoo Tan memanfaatkan limbah makanan untuk proyeknya, New Earth Meals Ready to Eat (NEMREs). Kantung plastik isi makanan layak konsumsi ini sudah dibumbui dan siap dimakan saat darurat.

Dalam situs www.tattfoo.com, Tattfoo Tan melabeli dirinya sebagai praktisi seni yang tertarik pada isu ekologi, perubahan iklim, dan nutrisi. Seluruh karya uniknya sarat pengetahuan baru yang bisa dipraktekkan dan disebarluaskan banyak orang.

Salah satunya New Earth Meals Ready to Eat (NEMREs) yang didasari pemikiran Tan mengenai bencana. "Bersiap untuk perubahan iklim bukan hanya tentang pencegahan, tapi termasuk persiapan bencana. NEMREs dikemas dengan sistem dehidrasi agar awet dan bisa dinikmati saat darurat hanya dengan memanaskannya kembali."

Agar ramah lingkungan, Tan mengolah limbah makanan yang didapat dari supermarket. Ia rutin meminta buah dan sayur segar yang disisihkan hanya karena bentuknya cacat atau aneh. Dalam sehari Tan bisa mendapat seember besar apel, wortel, dan kentang.

Popular Science (23/02) mengabarkan di studio Staten Island, New York, Tan memproses limbah makanan dengan dehidrator besar. Tujuannya menyedot semua kandungan air agar makanan tidak basi.

"Butuh waktu 12-16 jam untuk proses dehidrasi ini. Ketika Anda bekerja untuk satu makanan, maka di saat yang sama makanan lain juga membusuk. Keadaan ini benar-benar membuat stress," keluh Tan.

Proses dehidrasi tetap dipilih Tan karena mampu mempertahankan nutrisi makanan jauh lebih banyak dibanding metode lain seperti pengalengan.

Berbagai rempah termasuk kari, jahe, dan sage ditambahkan dalam makanan agar terasa lebih enak. Tan lalu mengemas NEMREs dengan kantung plastik vakum. Makanan inipun siap disantap dalam keadaan darurat.

Bila ingin lebih segar, sebelum dimakan NEMREs bisa dihangatkan dengan air panas selama 20-30 menit dalam wadah berpenutup.

Saat ini NEMREs ditampilkan dalam pameran Value of Food di Cathedral of St. John the Divine. Di pameran ini pula Tan berkesempatan mengajari anak-anak untuk menyiapkan makanan sendiri. Salah satunya teknik mencacah kol dengan pisau.

"Banyak orang beranggapan lebih banyak teknologi dan gadget mampu menyelematkan kita. Namun kita perlu melihat ke belakang agar dapat memilih jalan terbaik ke depan," ujar Tan.

Ia menambahkan, "Saat ada bencana, apa yang Anda lakukan? Menelpon saya? Tidak. Anda harus mampu menyiapkan semuanya." [] Sumber: detik.com

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.