22 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wasiat Sultan Aceh Terkait Peringatan Maulid Nabi

...

  • portalsatu.com
  • 24 December 2015 19:30 WIB

Ilustrasi. @tribunnews.com
Ilustrasi. @tribunnews.com

Pelaksanaan maulid tersebut diharapkan dapat menyambung tali silaturahmi antar gampong di Kerajaan Aceh Darussalam

SULTAN Ali Mughayatsyah telah menginstruksikan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada masa memerintah Kerajaan Aceh Darussalam. Instruksi ini termaktub dalam Wasiat Sultan Aceh yang diterbitkan pada Ahad, 12 Rabi'ul Awwal 913 Hijriah atau 23 Juli 1507.

"Diwajibkan ke atas sekalian rakyat Aceh mengerjakan kanduri maulud akan Nabi Muhammad SAW, tiga bulan sepuluh hari waktunya," demikian sepenggal kutipan poin 17 dalam Wasiat Sultan Aceh. 

Pelaksanaan maulid tersebut diharapkan dapat menyambung tali silaturahmi antar gampong di Kerajaan Aceh Darussalam. Rakyat Aceh saat itu juga diminta untuk saling kunjung mengunjungi saat pelaksanaan maulid berlangsung.

"Ganti-berganti makan khanduri maulod," penggalan lainnya dalam poin 17 Wasiat Sultan Aceh tersebut.

Wasiat Sultan Aceh ini sebelumnya ditemukan oleh Tan Sri Sanusi Junid dalam manuskrip yang berada di Perpustakaan Universiti Kebangsaan Malaysia. Tan Sri Junid kemudian menerjemahkan dan memberi judul 21 Wasiat Sulthan Aceh-The Aceh Code yang dikutip dari manuskrip "Wasiat Sultan Aceh". 

Dalam wasiat tersebut Sultan Aceh juga memerintahkan setiap rakyatnya untuk belajar mengajar ilmu agama Islam sesuai syariat Nabi Muhammad SAW dengan berlandaskan kepada mazhab ahlussunnah wal jamaah.

Di poin selanjutnya, Sultan Aceh juga memerintahkan rakyatnya memegang mazhab Imam Syafii di dalam menjalankan hukum syariat Islam. 

"Sekalian hukum syarak yang dalam negeri Aceh diwajibkan memegang atas jalan Mazhab Imam Syafi'i r.a. di dalam sekalian hal ehwal hukum syarak syariat Nabi Muhammad SAW. Maka mazhab yang tiga itu apabila mudarat maka dibolehkan dengan cukup syartan (syarat). Maka dalam negeri Aceh yang sahih-sah muktamad memegang kepada Mazhab Syafi'i yang jadid," terjemahan Tan Sri Junid dalam 21 Wasiat Sultan Aceh.[](bna)

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.