19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


PWA dan AJI Somasi Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe

...

  • portalsatu.com
  • 03 November 2015 16:42 WIB

Ketua AJI Lhokseumawe Masriadi didampingi Ketua Umum PWA Maimun Asnawi menyerahkan surat somasi kepada Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus, 3 November 2015. @portalsatu.com
Ketua AJI Lhokseumawe Masriadi didampingi Ketua Umum PWA Maimun Asnawi menyerahkan surat somasi kepada Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus, 3 November 2015. @portalsatu.com

Pernyataan ini bentuk pelecehan profesi jurnalis karena jurnalis bekerja untuk publik.

LHOKSEUMAWE - Persatuan Wartawan Aceh (PWA) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe mensomasi Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus. Somasi tersebut terkait pernyataan T. Sofianus yang dinilai melecehkan profesi wartawan saat Wakil Ketua DPRK dari Partai Demokrat itu menyambut para mahasiswa yang berdemo di halaman gedung dewan setempat, 28 Oktober lalu.

Surat somasi diserahkan Ketua AJI Lhokseumawe Masriadi Sambo didampingi oleh Ketua Umum PWA Maimun Asnawi langsung kepada Wakil Ketua DPRK, T. Sofianus, disaksikan puluhan wartawan di ruang kerja Sekwan Lhokseumawe, Selasa, 3 November 2015, jelang sore. Turut hadir sejumlah anggota dewan Lhokseumawe dan Sekwan Murtalabuddin. 

Adapun isi somasi yang diteken Ketua AJI Lhokseumawe Masriadi Sambo dan Ketua Umum PWA Maimun Asnawi tersebut, pertama, menarik ucapan yang menghina profesi wartawan yang disampaikan saat menyambut pendemo dari Unimal  di halaman Gedung DPRK Lhokseumawe pada 28 Oktober 2015.

Saudara (T. Sofianus), menurut rekaman yang dimiliki sejumlah jurnalis/wartawan, menyatakan "Bèk karena h'ana bayeu, hana tuléh (jangan karena tidak dibayar, berita tidak ditulis)". Pernyataan ini bentuk pelecehan profesi jurnalis karena jurnalis bekerja untuk publik.

Kedua, ucapan penarikan kalimat itu disertai permohonan maaf yang harus disampaikan melalui tiga media lokal (Serambi Indonesia,
Rakyat Aceh,
dan Waspada) tiga hari berturut-turut. Pemuatan permohonan maaf itu selambat-lambatnya tiga hari sejak surat ini diterima. 

Ketiga, jika poin satu dan dua tidak diindahkan, kedua organisasi profesi jurnalis, yaitu AJI Lhokseumawe dan PWA akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum (pidana).

Setelah menerima surat somasi itu, Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus mengatakan akan mempelajari dan mendiskusikan dengan pimpinan dan anggota DPRK dalam waktu tiga hari. Jawaban dari hasil diskusi di internal dewan, kata dia, akan disampaikan kepada AJI Lhokseumawe dan PWA.[] (idg/*sar)

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.