20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Puluhan Geuchik di Lhokseumawe Naik Pesawat Lagi, Kali Ini ke Lombok

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 16 November 2017 20:40 WIB

Foto: ilustrasi. @tribunnews
Foto: ilustrasi. @tribunnews

LHOKSEUMAWE - Puluhan geuchik dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe dikabarkan kembali naik pesawat untuk melakukan studi banding ke luar Aceh. Kali ini, mereka diterbangkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2017.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Lhokseumawe, Iskandar dihubungi portalsatu.com, Kamis, 16 November 2017, membenarkan kegiatan yang diikuti hampir seluruh geuchik di kota itu menggunakan dana desa dalam rangka pelatihan peningkatan SDM aparatur.

“Kegiatan itu inisiatif para geuchik, ada payung hukumnya yaitu Peraturan Walikota, kemudian dana maksimal yang bisa digunakan per peserta adalah Rp20 juta. Batasan untuk itu sengaja kita buat, agar penggunaannya setara, tidak melebihi dari angka tersebut,” ujar Iskandar.

Terkait nominal yang dikeluarkan masing-masing geuchik, Iskandar meminta dikonfirmasi langsung dengan para geuchik yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Geuchik Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Muslim dihubungi portalsatu.com mengatakan, dari 68 gampong se-Kota Lhokseumawe, 58 geuchik yang ikut kegiatan tersebut, yaitu mengunjungi desa-desa di Lombok yang sudah mampu mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Saat ini saya dan teman-teman dalam bus, baru saja dari Desa Batu Layar. Kami mempelajari beberapa usaha milik desa di Lombok ini yang mampu bangkit dan berhasil menjalankan usaha desa. Tadi juga kami berkunjung ke salah satu desa yang kini sudah mampu menampung dana masyarakat mencapai Rp1 miliar. Ini luar biasa,” kata Muslim.

Muslim menyebutkan, pihaknya juga berkunjung ke Desa Lendang Nangka, Mambagik, Lombok Timur, yang merupakan juara terbaik BUMDes tahun 2016.

Rombongan geuchik, kata Muslim, juga mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pada malam hari di penginapan. Menurut Muslim, kegiatan itu akan berakhir pada Minggu, 19 November 2017. “Kami berangkat dari Lhokseumawe, Selasa kemarin ke Medan, kemudian terbang ke Lombok,” ujarnya.  

Dia mengatakan, kegiatan tersebut difasilitasi sebuah lembaga yang berkedudukan di luar Aceh. Untuk studi banding dan bimtek, kata Muslim, pihaknya menyetor ke lembaga itu Rp6,5 juta/orang. "Yang lainnya untuk tiket pesawat, biaya makan dan lainnya. Total biaya untuk kegiatan selama lima hari sekitar Rp13 juta per orang," kata Muslim.

Menurut Muslim, kegiatan tersebut sangat dibutuhkan para geuchik di Lhokseumawe, karena dalam alokasi anggaran gampong tahun ini ada dana untuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Catatan portalsatu.com, tahun lalu, puluhan geuchik di Lhokseumawe diterbangkan ke Yogyakarta untuk kegiatan yang “dibungkus” studi banding. Para geuchik juga membawa istrinya mengikuti studi banding dibiayai APBK Lhokseumawe tahun 2016. (Baca: Puluhan Geuchik Lhokseumawe Diterbangkan ke Yogyakarta)[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.