20 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Ledakan Sumur Minyak di Ranto Peureulak
Haji Uma: Ada Dua Hal Urgen Perlu Tindak Lanjut

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 06 May 2018 12:00 WIB

H. Sudirman atau Haji Uma saat turun ke lokasi ledakan sumur minyak di Rantoe Peureulak. @istimewa
H. Sudirman atau Haji Uma saat turun ke lokasi ledakan sumur minyak di Rantoe Peureulak. @istimewa

PEUREULAK - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, mengunjungi lokasi ledakan sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 5 Mei 2018, sekitar pukul 12.30 WIB.

Setelah berkordinasi dengan aparatur gampong dan panitia posko, Haji Uma singgah di Polsek Ranto Peureulak. Haji Uma melanjutkan perjalanan ke lokasi dengan menumpang motor operasional polisi yang dikendarai salah satu anggota Polsek Ranto Peureulak.

Saat berdialog di posko, turut hadir Kabag Ops Polres Aceh Timur Kompol Raja Gunawan, Camat Ranto Peureulak, Sekdes Gampong Pasir Putih, geuchik dan masyarakat setempat. Di posko, Haji Uma ikut menyerahkan bantuan Rp 6 juta yang diberikan melalui Camat Rantoe Peureulak. Haji Uma menyampaikan, kunjungannya sebagai bentuk kepedulian dan menjalankan tugas kerja dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite II DPD RI yang turut membidangi masalah ESDM.

"Alhamdulillah, saya akhirnya dapat meninjau langsung kondisi di lapangan dan berdialog untuk mendengar serta menyerap masalah dan aspirasi masyarakat. Setelah saya melihat langsung, di sini ada dua hal yang urgen untuk ditindaklanjuti. Pertama, terkait perlunya bagi penetapan status dan masa darurat bencana sebagai landasan penanganan darurat bencana. Kedua, urgensitas terhadap formulasi kebijakan dan solusi terhadap langkah penanganan sumur minyak ke depannya,” ujar Haji Uma kepada portalsatu.com, Minggu, 6 Mei 2018 melalui pesan WhatsApp.

Berkaitan dengan penetapan status masa darurat bencana, menurut Haji Uma, Pemkab Aceh Timur perlu melalukan pengkajian guna menetapan status bencana agar memiliki landasan acuan terhadap penanganan bencana ledakan sumur di Ranto Peureulak.

“Solusi terhadap langkah penanganan sumur minyak ke depannya merupakan hal yang penting dan mendesak untuk dapat segera dikaji dan diformulasikan. Ini butuh proses koordinasi dan komunikasi intensif dengan berbagai unsur terkait, baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat. Namun apapun bentuk solusinya nanti diharapkan tetap berpihak pada masyarakat dan terpenting, tanpa bertentangan dengan aturan yang berlaku,” kata Haji Uma.

Haji Uma menilai itu penting dan berharap masyarakat tetap menjadi subjek yang menerima manfaat dalam kebijakan penanganan ke depan. “Kepentingan ekonomi masyarakat harus jadi bahan dasar pertimbangan dalam perumusan solusi kebijakan ke depan. Saya akan berupaya untuk membawa hasil kunjungan ini dalam rapat Komite II dan mendorong pelaksanaan rapat kerja Komite II DPD RI dengan kementerian dan pihak terkait lain di tingkat pusat,” pungkas Haji Uma.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.