20 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sekap Anak di Bawah Umur, Dua Pria Ini Ditangkap Polisi

...

  • Fazil
  • 03 July 2018 14:00 WIB

Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu konferensi pers penangkapan kedua tersangka kasus penyekapan dan pelecehan seksual, 3 Juli 2018. @Fazil
Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu konferensi pers penangkapan kedua tersangka kasus penyekapan dan pelecehan seksual, 3 Juli 2018. @Fazil

LHOKSEUMAWE – Polisi menangkap dua pria berinisial ES (28), dan HG (25), warga Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, karena diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Senin, 2 Juli 2018.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, mengatakan, kejadian itu berawal ketika dua anak di bawah umur melintas di salah satu jalan Kecamatan Meurah Mulia, Minggu, 1 Juli 2018, sekitar pukul 00.30 WIB. Kedua korban saat itu mengendarai sepeda motor, diberhentikan oleh tersangka ES yang selanjutnya mengambil paksa kendaraan roda dua tersebut.

"Kemudian kedua korban, satu laki-laki dan satu perempuan itu dipisahkan oleh tersangka ES. Korban yang merupakan anak gadis di bawah umur disekap di sebuah rumah yang kemudian dilakukan pelecehan seksual oleh tersangka tersebut. Sedangkan korban yang laki-laki, A, bersama sepeda motornya itu dibawa ke sebuah gubuk serta diintimidasi oleh tersangka untuk mengambil surat kendaraan bermotor atau BPKB," kata Budi Nasuha didampingi Kabag Ops Kompol Ahzan saat konferensi pers di mapolres setempat, Selasa, 3 Juli 2018.

Budi menyebutkan, tersangka ES lalu menghubungi tersangka HG dengan telepon seluler. Tidak lama kemudian datang HG. Kedua korban dibawa ke rumah tersangka ES. Tersangka merampas handphone dan sepeda motor milik A.

Setelah itu, lanjut Budi, tersangka ES memaksa A mengambil BPKB sepeda motornya dan dijanjikan seorang korban lainnya akan dilepas dari penyekapan. Ketika A pulang ke rumah untuk mengambil BPKB, tersangka ES melakukan pelecehan seksual terhadap korban yang perempuan tadi.

"Lalu A kembali lagi ke tempat penyekapan tersebut serta menyerahkan BPKB sepeda motornya kepada tersangka ES. Kemudian kedua tersangka mengunci pintu rumah tersebut agar korban tidak melarikan diri. Setelah kedua tersangka meninggalkan lokasi itu, korban berhasil melarikan diri dengan cara mendobrak pintu rumah," ungkap Budi.

Budi menyebutkan, tersangka ES kemudian menjual sepeda motor korban itu kepada seorang agen Rp8 juta. Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka ES. "Setelah tersangka ES ditangkap, anggota mengembangkan informasi sehingga berhasil menangkap tersangka HG. Saat penangkapan HG, ia sedang mengendarai mobil Toyota Avanza BK 1780 ZC warna hitam hendak kabur saat dihadang oleh anggota yang menunggu di lokasi yang diperkirakan akan dilintasi oleh tersangka," ujarnya.

Lalu, lanjut Budi, pihaknya mencegat mobil tersangka HG dari dua sisi. Saat itu tersangka HG hendak menabrak polisi yang melakukan penghadangan. Polisi melepaskan tembakan peringatan berkali-kali guna menghentikan laju mobil tersebut. Tersangka pun berhasil ditarik paksa dari dalam mobil untuk ditahan.

Budi menambahkan, barang bukti yang diamankan di antaranya mobil Toyota Avanza Nopol BK 1780 ZC warna hitam, satu sepeda motor Yamaha Vixion warna putih milik korban A, satu sepeda motor Honda Vario warna putih milik tersangka ES, satu handphone merek Oppo warna gold, satu handphone Xiaomi warna silver, satu handphone Nexcom warna hitam, dan satu handphone Strawberry warna merah.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.