17 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pejabat dan Komunitas Kebudayaan di Aceh Bicara Soal Pakaian Adat dan Bahasa

...

  • Jamaluddin
  • 13 October 2018 12:00 WIB

Para anggota dinas Tuha Lapan Wali Nanggroe dengan pakaian adat Aceh @Jamaluddin/portalsatu.com
Para anggota dinas Tuha Lapan Wali Nanggroe dengan pakaian adat Aceh @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - Sejumlah pejabat pemerintahan dan komunitas bidang kebudayaan dan bahasa Aceh angkat bicara soal pakaian dan bahasa daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin Cut Hasan, mangatakan Disbudpar Aceh sudah mengusulkan dan membahas soal pakaian yang harus dipakai pada hari kerja pegawai negeri sipil (PNS) dan hari besar atau fakultatif, kepda Gubernur dan ke DPR Aceh.

"Tujuan (diusulkan) Pergub (tentang Pakaian Aceh) tersebut untuk mengatur dan mengingatkan generasi penerus Aceh akan tanggung jawab mereka menjaga dan melestarikan budaya Aceh, salah satunya melalui pakaian Aceh. Namun sampai saat ini belum turun Pergubnya," kata Amiruddin kepada portalsatu.com, Jumat, 12 Oktober 2018.

Sementara itu, peminat budaya dan sastra Aceh, Drs. Teuku Abdullah Sulaiman alias T.A. Sakti, mengatakan, semua bahasa daerah yang ada di Aceh harus diangkat kembali dan dikelola oleh daerahnya masing-masing. Termasuk penulisan ke dalam tulisan harah Arab-Jawi juga harus kembali dibudayakan. Menurut dia, langkah pertama harus dimulai di sekolah-sekolah.

"Sebagai warga Aceh, budaya harus benar-benar dilestarikan, lebih-lebih sekarang sudah ada undang-undang otonomi khusus, UUPA, dan Wali Nanggroe," katanya.

"Sudah sepatutnya kita menjaga warisan budaya dan bahasa Aceh, dan itu tak hanya terbatas pada Aceh secara umum, namun semua bahasa daerah seperti Jame, bahasa Kluet, dan lain-lain, harus kembali dibina dan dilestarikan," ujar T.A. Sakti. 

Kepala Bidang (Kabid) Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Suburhan, S.H., mengatakan, bahasa Aceh adalah bahasa persatuan. Ke depan, kata dia, seperti halnya pakaian Aceh, bahasa daerah juga akan diterapkan.

"Program ke depan, saya masih menggarap pelestarian bahasa Gayo, Alas dan Kluet, mungkin program selanjutnya bisa mengarah ke program penulisan Arab-Jawi," kata Suburhan.

Ketua Peubeudoh Sejarah Budaya Aceh (Peusaba), Mawardi Usman, bersama Aceh Lamuri Foundation (Alif) dan Rumoh Koalisi Budaya Aceh (RKBA) yang saat ini aktif melakukan sosialisasi pakaian Aceh, berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, supaya bekerja sama dengan komunitas-komunitas penggiat budaya.

"Pemerintah harus memberi dukungan dan arahan untuk komunitas-komunitas yang bergerak untuk penyelamatan warisan indatu, salah satunya meuneungui Aceh. Kehadiran komunitas ini semata ingin mengingatkan kealpaan pemerintah dalam hal melestarikan kebudayaan Aceh. Seyogyanya pemerintah bisa memberi apresiasi kepada komunitas-komunitas jika ingin memajukan Aceh," katanya. 

Mawardi menjelaskan, tujuan kehadiran Peusaba untuk membangkitkan nilai budaya demi kepentingan seluruh masyarakat Aceh. Oleh karena itu, Peusaba berharap pemerintah bekerja lebih serius. 

"Masalah pakaian, kami juga mengharapkan agar pakaian dan bahasa harus disesuaikan dengan daerah masing-masing. Karena Aceh ibu sebuah bangsa yang memiki ragam suku di dalamnya. Semua suku punya bahasa dan pakaian masing-masing, dan pastinya harus sesuai syariat Islam. Kami mengapreaiasi bila benar (Dinas) Budpar sudah memiliki draf Qanun tentang Meuneungui Aceh," kata Mawardi.

Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar, Irma Yani, mengatakan Aceh salah satu destinasi wisata halal dunia yang telah meraih Best Halal Culture Tourism Destination tahun 2015. 

Irma mengatakan, destinasi wisata budaya Aceh harus diisi dengan berbagai aktivitas budaya. Salah satunya penggunaan baju adat pada hari-hari tertentu dan satu hari dalam satu minggu bagi pegawai termasuk guru sekolah seperti di beberapa daerah lain. 

"Pakaian daerah merupakan salah satu daya tarik wisata, hingga Disbudpar Aceh telah merancangnya, (tapi) peraturannya belum tuntas," kata Irma Yani.[]

Editor: Arman

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.