23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sosok Mando Gapi di Mata Haji Uma: 'Mando Lebih Banyak Memberi Solusi'

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 17 January 2019 17:00 WIB

Sudirman alias Haji Uma. Foto: dok. Cut Islamanda/portalsatu.com
Sudirman alias Haji Uma. Foto: dok. Cut Islamanda/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Sulaiman, 49 tahun, pemeran Mando Gapi dalam film komedi Aceh ‘Eumpang Breuh’ meninggal dunia di RSU Cut Meutia, Lhokseumawe, Kamis, 17 Januari 2019, dini hari. Kepergian Nek Mando itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, salah satunya senator Aceh Sudirman alias Haji Uma yang juga pemain di serial 'Eumpang Breuh'.

“Saya mengenal Mando sejak era tahun 1980-an. Mando itu anak angkat nenek saya, jadi kami sudah seperti saudara, sudah seperti abang sendiri. Dulu Mando pernah sakit dan kebetulan nenek saya yang mengobati, hingga akhirnya diangkatlah menjadi anaknya di Alue Awe (Lhokseumawe),” ujar Haji Uma via telepon seluler kepada portalsatu.com, Kamis siang.

Menurut Haji Uma, Mando Gapi memiliki kepribadian yang baik, tidak sombong, tidak angkuh dan tipe teman atau sahabat yang humoris. “Orangnya itu tidak neko-neko. Jika ada teman yang punya masalah, Mando lebih banyak memberikan solusi, sisinya seperti orang tua. Kami sudah lama bersama. Sebelum bermain di drama radio era tahun 1995, dulunya kami memang sering bareng tampil di pentas saat ada event 17-an (17 Agustus). Kami sama-sama tergabung di grup seni Alue Awe. Kebetulan juga kami memang tinggal satu gampong,” kenang Haji Uma.

Ketika mengelola sebuah balai pengajian di Alue Awe, kata Haji Uma, dirinya sempat mengajak Mando Gapi bergabung sebagai salah satu penasIhat. “Mando asalnya dari Bireuen, namun sudah lama menetap di Alue Awe bersama istrinya, Ernawati. Dulu Mando sering jaga tambak, hingga akhirnya menjadi penampung udang. Saya juga diajak dan sempat kerja dengan Mando, ikut sortir udang,” ucap Haji Uma.

Haji Uma menambahkan, “Mando memang ada komplikasi penyakit gula darah dan hipertensi. Beberapa hari lalu sempat ketemu, Mando mengeluhkan ada pembengkakan di saluran pembuangan air besar dan sedang berobat. Pukul 02.30 WIB tadi, Sekdes Alue Awe menelepon saya dan mengabari, bahwa Mando telah geutinggai geutanyoe (meninggalkan kita). Saya sangat terkejut, kala itu sekdes bilang Mando sakit seperti terkena serangan jantung begitu”.

Mando dikebumikan di Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. “Pukul 10.00 WIB tadi sudah dishalatkan dan dibawa ke Meuraksa untuk dimakamkan. Itu kampung tempat tinggal adiknya. Saya belum sempat melayat, karena masih di Jakarta dan besok ada sidang paripurna. Setelah sidang rencananya saya akan pulang melayat ke rumah duka. Kami sangat kehilangan sosok Mando,” pungkas Haji Uma. []

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.