21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


'MoU dan UUPA Bukan hanya Milik PA'

...

  • MUDIN PASE
  • 08 February 2019 17:30 WIB

Tajuddin. Foto: istimewa
Tajuddin. Foto: istimewa

BANDA ACEH - Kader Partai Aceh (PA), Tajuddin, S.Sos., menilai ada sesat pikir yang sepertinya muncul di masyarakat. "Seolah-olah perjuangan kekhususan (Aceh) hanya kewajiban Partai Aceh," ujar Tajuddin saat portalsatu.com meminta tanggapannya, 8 Februari 2019.

Menurut Tajuddin, MoU dan UUPA adalah marwah Aceh. Karena dengan undang-undang khusus ini diberi kewenangan yang luas oleh Pemerintah Indonesia untuk mengatur dan membangun Aceh.

"Namun saat ini kita lupa, dan sering membuang tanggung jawab terhadap pelaksanaan UUPA secara maksimal. Padahal berkahnya dirasakan oleh semua rakyat, bukan hanya pemilih Partai Aceh," kata caleg DPRK Aceh Utara Dapil Tiga ini.

Ketua Forum Peduli Banda Baro, Aceh Utara, ini juga mengkritik peran politikus. "Seolah keberhasilan (terhadap pelaksanaan) UUPA merupakan tanggung jawab mutlak dari Partai Aceh. Padahal bila kita menyadarinya, UUPA ini milik kita masyarakat Aceh dan kita wajib bersama-sama, bahu membahu, berusaha agar realisasi UUPA sukses maksimal," ujar Tajuddin.

Oleh karena itu, Tajuddin meminta semua pihak introspeksi, dan isu-isu MoU dan UUPA tidak hanya muncul saat kampanye. "Masiih banyak pekerjaan rumah terhadap implementasi kekhususan Aceh. Dan ini harus kita dorong, tidak parsial. Semua wajib bergerak agar pusat makin peduli," kata Jubir Panitia Persiapan Calon Daerah Otonom Baru Aceh Malaka ini.

Tajuddin mengaku tetap menyuarakan MoU dan UUPA di setiap pertemuan dan kampanye. "Sebagai kader PA ini kewajiban, saya berharap caleg lain bahkan caleg parnas untuk bersama menjual isu ini," tuturnya.

"Mungkin bila kita semua mau introspeksi diri, jujur dan bertanya pada diri sendiri, kontribusi apa yang telah kita berikan untuk berjalannya UUPA secara maksimal di Aceh. Jangan hanya bertanya apa yang UUPA berikan untuk kita," kata Wakil Ketua KNPI Aceh Utara ini. 

Tajuddin menambahkan, "Jangan-jangan kita adalah bagian dari orang-orang yang tidak ingin UUPA berjalan maksimal di Aceh. Saran saya, jujurlah pada diri kita sendiri, dan bila kita belum berkontribusi untuk berjalannya maksimal UUPA, belum terlambat untuk kita berpartisipasi. Mari kita memperkuat politik lokal di tahun 2019, tak peduli apa profesi Anda".[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.