19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peduli Konflik Gajah dan Manusia YouTuber Aceh Ini Bikin Video Edukasi Komedi ‘Ditolong Gajah’

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 10 February 2019 22:30 WIB

Teuku Mail. Foto: dokumen/ist
Teuku Mail. Foto: dokumen/ist

IDI RAYEK - YouTuber dan komedian Aceh, Ismail alias Teuku Mail mengajak semua elemen masyarakat untuk melestarikan kehidupan poe meurah (gajah) karena termasuk hewan yang dilindungi. Sebagai bentuk kepeduliannya terkait konflik antara gajah dan manusia yang terjadi di kawasan Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, pada akhir Desember 2018 lalu Mail menggarap video parodi tentang hewan bertubuh besar itu.

Video berdurasi 1 menit berjudul 'Ditolong Gajah' itu diunggah di akun Instagram miliknya @teuku_mail pada 26 Desember 2018 dan sudah ditonton sebanyak 76.689 kali.

“Ide itu muncul saat saya bersama Jobel (sahabat Mail) sedang ngopi di Langsa bersama admin @infoacehtimur. Kala itu sang admin bercerita tentang konflik gajah dan manusia yang terjadi di kawasan Lokop, Serba Jadi, Aceh Timur. Nah, saat itu langsung terpikir, mengapa saya tidak buatkan saja video (vidgram) tentang gajah yang memiliki nilai edukasi dan komedi,” ujar Teuku Mail, 24 tahun kepada portalsatu.com, Minggu, 10 Februari 2019.

Mail menyebutkan, video itu dibuat untuk mengajak masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Timur supaya menjaga dan melindungi hewan tersebut. “Dalam video ini kita melibatkan sabahat gajah Bunta (Lilik, Nonik dan Lia). Ternyata gajah-gajah jinak itu jago akting juga. Lokasi syuting kita ambil langsung di Lokop, Serba Jadi. Di video ini, saya dan Jobel berperan langsung dibantu oleh tim Palakli, Mahot dan tim @infoacehtimur,” tutur Mail.

Menurut Mail, kawanan gajah liar tidak akan mengusik kebun masyarakat apabila habitatnya di hutan tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil manusia. “Jika kita menganggap gajah itu sebagai hama, maka kita salah besar. Lalu, kenapa kawanan gajah itu masuk ke perkampungan dan merusak kebun masyarakat? Jawabannya, karena hutan tempat mereka mencari makan, tempat mereka tinggal dan tempat mereka berlindung sudah kita tebang untuk kepentingan pribadi segelintir oknum. Jika sudah begini, siapa hama yang sebenarnya, manusia, atau gajah,” kata Mail.

Untuk itu, Mail mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga hewan tersebut. “Beruntung sekali kita di Aceh masih memiliki gajah, di mana di beberapa tempat lain hewan ini sudah dinyatakan punah. Maka dari itu, kita perlu menjaga kelestariannya agar nanti anak cucu kita tahu dan masih bisa melihat gajah-gajah tersebut,”pungkas Mail.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.