20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Warga Blokade Jalur Hauling PT Mifa Bersaudara

...

  • Rino
  • 23 April 2019 08:20 WIB

Warga Desa Gunong Reubo, memblokade jalur hauling. Foto Rino
Warga Desa Gunong Reubo, memblokade jalur hauling. Foto Rino

ACEH BARAT - Warga Dusun Paya Ie Tajam, Desa Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, memblokade jalur pengangkutan batu bara (hauling) milik perusahaan. Blokade dilakukan dengan memasang tenda di tengah jalan.

Warga kesal karena jalan tersebut tidak bisa diakses. Jalur truk pengangkut batu bara dari lokasi penambangan ke lokasi penumpukan sementara (stockpile) itu tertutup material karena perusahaan sedang membuat tanggul.

"Aset (jalan) masyarakat ditutup oleh PT Mifa Bersaudara. Kan, tidak bisa lagi ke kebun, atau sebaliknya, kalau ditutup," kata Kepala Dusun Paya Ie Tajam, Desa Gunong Reubo, Saifundi, kepada portalsatu.com, di lokasi, Senin, 22 April 2019.

Pihak perusahaan akhirnya mengeruk material yang menimbun jalan tersebut. Namun, tuntutan warga belakangan berubah mendesak perusahaan mengakui desa tersebut masuk wilayah ring perusahaan yang punya konsesi seluas 3.134 hektare tersebut.

Menurut Saifundi, desanya tidak diakui sebagai wilayah ring perusahaan karena secara administrasi masuk dalam Kabupaten Nagan Raya. Sebaliknya, IUP operasi produksi perusahaan berlaku di Kabupaten Aceh Barat.

Kondisi ini berbuntut perusahaan tidak mengakui hak desa tersebut yang notabene berdekatan dengan lokasi penambangan. Di satu sisi, terdapat dokumen yang mengakui jalur hauling tersebut masuk wilayah Desa Gunong Reubo.

""Kita sudah turunkan BPN, sudah kita taruh titik koordinat, masuk Nagan Raya, tapi tidak diakui. Jadi, kami minta kejelasan. Ini harus diakui desa ini masuk dalam wilayah perusahaan. Minta kerja juga tidak ditanggapi. Alasan tidak masuk ring mereka," tegas Saifundi.

Beberapa tahun lalu, pernah digelar musyawarah antara Desa Gunong Reubo dengan Desa Bukit Jaya, Kecamatan Meureubo, kabupaten tetangga. Hasil musyawarah tersebut, terbit berita acara yang mengakui jalur lintasan hauling tersebut masuk wilayah Desa Gunong Reubo.

Tenda yang dipasang warga masih belum dibongkar hingga malam hari. Pemblokadean akan dihentikan jika permintaan warga dipenuhi. "Sampai pagi," pungkas Saifundi.

Tanggapan Perusahaan

Senior Manager Technical Service Engineering PT Mifa Bersaudara, Hadi Firmansah mengatakan, penutupan jalan sudah sesuai kesepakatan. Jalan tersebut dilarang dilewati karena risiko keselamatan.

Kesepakatan yang dimaksud antara perusahaan dengan salah seorang pimpinan pesantren setempat di mana perusahaan dipersilakan menutup dan membuat tanggul yang melalui jalan tersebut. Ini berlaku setelah perusahaan selesai membangun jembatan atau gorong-gorong dari desa tersebut menuju pesantren setempat.

"Pimpinan dan pengurus Dayah Sufi Muda menyetujui penutupan dan membuat tanggul dari akses menuju Dayah Sufi Muda melalui jalan khusus hauling setelah jembatan atau gorong-gorong di Desa Gunung Rebo selesai dibangun oleh PT Mifa," jelas Hadi, dalam keterangan, diterima portalsatu.com, Senin malam.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.