17 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Tahun Suaidi-Yusuf, Ini Sejumlah Persoalan di Lhokseumawe Versi HMI

...

  • Fazil
  • 11 July 2019 19:00 WIB

M. Atar. Foto istimewa
M. Atar. Foto istimewa

LHOKSEUMAWE - Usia pemerintahan Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Wali Kota-Wakil Wali Kota Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad genap dua tahun pada Jumat/besok (12 Juli 2017 - 12 Juli 2019). Sebelumnya Suaidi juga menjadi orang nomor wahid di Pemerintah Kota Lhokseumawe periode 2012-2017.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara, M. Atar, melihat dalam dua tahun kepemimpinan Suaidi–Yusuf sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe masih banyak persoalan yang muncul. "Dan terlalu lemah memanfaatkan peluang," ujar Atar kepada portalsatu.com, Kamis, 11 Juli 2019.

Atar menyebutkan, persoalan belum diselesaikan di kota ini antara lain sejumlah bangunan terbengkalai lantaran tidak difungsikan setelah dibangun, sampah berserakan, hingga ketersediaan air bersih tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, lanjut Atar, masih benyak terdapat parkir liar, dan penataan kota dinilai belum sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Dan juga angka inflasi tertinggi di Aceh yakni 0,64 pada April 2019," kata Atar.

Atar melanjutkan, seharusnya Pemkot Lhokseumawe lebih jeli melihat peluang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Kita melihat peluang yang belum dimanfaatkan secara maksimal adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya belum dikelola secara maksimal sarana yang telah dibangun, misalnya pasar induk (di kawasan Loskala), pasar buah (di Kecamatan Banda Sakti), dan pabrik garam yang ada di Blang Mangat," ungkapnya.

"(Peluang lainnya) belum optimal pelaksanaan qanun terkait retribusi parkir, sehingga parkir liar masih menjamur di Kota Lhokseumawe, dan berdampak tidak tercapainya target PAD dari sektor itu," ujar Atar. 

Terkait persoalan sampah, Atar menilai pemerintah setempat masih kurang masif dalam mempromosikan lingkungan bersih dan sehat kepada masyarakat. Sementara soal penataan kota, kata dia, masih minimnya ruang terbuka hijau di kota ini.

"Kita sungguh mendambakan gerak gesit Pemerintah Kota (Lhokseumawe) untuk mengejar ketertinggalan dari kota–kota lain yang ada di Provinsi Aceh. Dalam peningkatan PAD, kita berharap pemerintah agar mampu membaca peluang dan memanfaatkan sumberdaya yang ada melalui dinas terkait untuk lebih gesit memajukan kota ini," ucap Atar.

Atar juga menyatakan, "Paling penting adalah penegakan syariat Islam di Lhokseumawe harus dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak terkesan tebang pilih".

Untuk sisa tiga tahun ke depan, Atar berharap Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe segera melakukan terobosan melalui berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.