07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


[Foto] Demo DEMA FSH UIN Ar-Raniry di DPRA

...

  • PORTALSATU
  • 25 September 2019 18:10 WIB

Foto: Yolanda
Foto: Yolanda
Foto: Yolanda
Foto: Yolanda
Foto: Yolanda

Massa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (DEMA FSH) UIN Ar-Raniry berunjuk rasa di Gedung DPRA, Banda Aceh, Rabu, 25 September 2019, siang hingga sore. Salah satu poin tuntutan mereka, menolak upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan di lokasi itu, massa mahasiswa mulanya berorasi di halaman Gedung DPRA, sejak pukul 13.30 WIB. Saat itu, di Gedung Utama DPRA sedang berlangsung rapat paripurna penyampaian pendapat fraksi-fraksi terhadap rancangan Qanun tentang APBA (RAPBA) tahun 2020. Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRA, Muhammad Sulaiman, didampingi para Wakil Ketua DPRA, dan dihadiri Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Setelah rapat paripurna itu selesai, mahasiswa pun masuk ke dalam Gedung Utama DPRA untuk menyampaikan petisi, sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam petisi itu disebutkan, aspirasi dari masyarakat Indonesia yang disalurkan oleh mahasiswa melalui DPR Aceh akan disampaikan kepada DPR RI. Di antaranya, meminta kepada pemerintah (presiden) untuk mengeluarkan PERPPU pembatalan UU KPK serta menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Poin berikutnya, meminta DPR RI membatalkan RUU KUHP yang bermasalah, di antaranya pasal 218, 220, 241 dan 340. Meminta kepada DPR RI mengindahkan aspek transparansi, aspirasi dan partisipasi publik dalam pembahasan RUU.

“Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia,” bunyi poin terakhir petisi itu.

Mahasiswa memberikan waktu tujuh hari kepada DPRA sejak 25 September hingga 1 Oktober 2019 untuk menyerahkan petisi tersebut kepada DPR RI. “Apabila tidak dilaksanakan maka DPR Aceh harus mengundurkan diri”.

Mahasiswa meminta Ketua DPRA menyetujui dan menandatangani petisi tersebut. Namun, Ketua DPRA, Muhammad Sulaiman, sudah meninggalkan gedung dewan setelah memimpin rapat paripurna.

Di depan massa mahasiswa, Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan, kemudian menelepon Ketua DPRA, menanyakan apakah setuju dengan petisi disampaikan mahasiswa tersebut.

Ketua DPRA yang mengaku meninggalkan gedung dewan karena kondisinya kurang sehat, menyatakan setuju dengan petisi mahasiswa.[]

Laporan: Yolanda

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.